I Am Alive

I Am Alive:
- Genre: Action
- Developer: Ubisoft Shanghai / Darkworks
- Publisher: Ubisoft
- Platform: XBOX 360, PS3, PC
Release Date: 23 October 2012
TBA
I Am Alive
Chicago, Juni 2009. Sebuah gempa bumi dengan skala 10.3 telah menghancurkan kota dan menghancurkan dirimu sebagai seorang penduduk biasa. Karena penyelamatan gagal tiba secara misterius, kamu pun terperangkap di sebuah lingkungan dan jam demi jam, keributan di kota tersebut semakin menjadi. Satu-satunya cara keluar adalah membuat sebuah perkemahan bagi mereka yang berhasil selamat dan berharap bisa menarik perhatian para penyelamat.
Kamu perlu mencari sumber daya dan mengorganisir orang-orang yang selamat untuk menciptakan sebuah markas. Di tengah-tengah reruntuhan Chicago, kamu harus bisa mempertahankan dan mengorbankan untuk bisa selamat selama 7 hari. Menyelamatkan, menyembuhkan, melindungi, membunuh, menyergap ataupun membunuh. Tapi pertama, cobalah untuk bertahan hidup. Itu mungkin saja bisa terjadi pada diri kamu, jadi tanyakah pada dirimu sendiri: apa yang akan kamu lakukan?
Bulan Depan, I Am Alive Pastikan Diri Masuk PC

Akhirnya I Am Alive, sebuah game survival horror hasil besutan Ubisoft Shanghai yang sebelumnya telah diluncurkan untuk PS3 dan Xbox360 (game ini bisa dikatakan cukup sukses), telah dipastikan akan menjamah dunia PC juga pada tanggal 13 September 2012 mendatang. Mungkin Klikers sudah tahu sebelumnya kalau game ini pertama kali diluncurkan di Xbox Live Arcade pada bulan Maret 2012, kemudian pada April 2012, giliran PSN mendapatkan gilirannya untuk merasakan atmosfer permainan menyeramkan yang diberikan oleh game tersebut.

Dalam permainan, kamu akan mengendalikan karakter utama kamu dari sudut pandang orang ketiga. Tapi ketika kamu mulai membidik dan mencoba menembak musuh, sudut pandang permainan akan otomatis berubah menjadi sudut pandang orang pertama alias bermodel FPS. Cara bermainnya juga cukup bervariasi. Kalau biasanya kita hanya mengandalkan insting membunuh atau dibunuh, maka di I Am Alive, kamu bisa menggunakan beberapa cara untuk bisa bertahan hidup, mulai dari menyelinap di belakang musuh dan membunuhnya langsung dengan menggunakan parang, membunuh musuh dari jauh menggunakan panah ataupun menggertak musuh dengan menggunakan senapan tak berisi.
Ubisoft yang sudah terkenal dengan franchise Assassin's Creed ini pun mencoba memasukkan beberapa fitur menarik ke dalam I Am Alive seperti memanjat dan eksplorasi. Nah, yang membuatnya sangat berbeda adalah, di I Am Alive, kamu punya stamina yang terbatas dan kalau salah perhitungan sedikit saja, bersiap-siaplah untuk kehilangan nyawa. Berbeda kan dengan Assassin's Creed yang notabene tidak memiliki stamina yang terbatas? =D

Tidak lupa, untuk membuat permainan ini terasa lebih menarik lagi, Ubisoft juga menambahkan fitur mengumpulkan sumber daya yang berguna untuk membantu kamu bertahan hidup di lingkungan yang penuh marabahaya ini. Mulai dari makanan, minuman, baterai, gas, obat, rokok dan peralatan lainnya, bisa kamu kumpulkan dan pastinya akan memiliki fungsi-fungsi tersendiri. Fungsinya juga tidak hanya untuk memastikan karakter kamu bisa selamat dan bertahan lama, tapi juga bisa digunakan untuk membantu sang karakter utama tak bernama itu untuk menyelesaikan misi-misinya.
Setting ceritanya? Yah, setting yang digunakan adalah setahun setelah Amerika melewati sebuah bencana besar yang hanya dikenal dengan nama The Event. Ketika itu, terjadi gempa bumi yang telah menghancurkan sebagian besar kota-kota yang ada di Amerika. Alhasil, setelah kejadian tersebut, banyak orang yang terpaksa harus bisa bertahan hidup tanpa harus mengandalkan sumber daya yang biasa mereka gunakan. Usaha pemerintah untuk membantu pun terbukti sia-sia. Pasalnya, mereka sendiri juga tidak bisa berbuat banyak lantaran ada sebuah awan debu yang membuat kota tersebut tak bisa bergerak. Persediaan pun mulai menciut dan hal ini menyebabkan orang-orang yang masih hidup, mulai menjadi pemburu yang tak kenal belas kasihan dan hanya tahu kekerasan saja sebagai jalan keluarnya.

Apakah Klikers mampu menghadapi situasi seperti ini? Bagi Klikers yang masih belum mendapat kesempatan untuk merasakan serunya game ini di PS3 maupun Xbox360, maka sebentar lagi kalian akan bisa merasakannya melalui PC yang dijamin akan lebih mantap. Setuju Klikers? =D
Gabe Newell Angkat Bicara Mengenai Pembajakan

Mari kita menganggap hari ini sebagai hari khusus untuk membicarakan masalah pembajakan, karena tampaknya setelah rumor bahwa I Am Alive tidak akan hadir di PC, topik ini pun menjadi salah satu topik yang sangat hangat. Bisa dilihat dari bagaimana Stanislas Mettra, creative director I Am Alive yang memulai perbincangan ini, lalu dilanjutkan lagi dengan opini dari salah satu penjual game online, Good Old Games. Yang paling terakhir muncul adalah pendapat dari orang yang juga sudah lama berkecimpung di dunia game PC, Gabe Newell dari Valve, orang yang berada di balik jasa pelayanan penjualan game online, Steam. Nah, apa pendapat seorang Gabe Newell mengenai masalah ini?

“Kami rasa ada salah pengertian mengenai pembajakan disini,” kata Newell. “Pembajakan itu sebenarnya selalu berbicara mengenai masalah pelayanan, bukan harga. Contohnya, kalau seorang pembajak menawarkan sebuah produk yang bisa didapatkan dimana saja di dunia, bisa dibeli dengan mudah dari komputer, sedangkan para penjual produk resminya mengatakan kalau produk ini hanya bisa dimainkan di region tertentu, akan hadir di negara kamu tiga bulan setelah versi Amerika diluncurkan dan hanya bisa dibeli di tempat tertentu, maka secara otomatis hal ini membuat pelayanan dari para pembajak menjadi lebih berharga.”
“Kebanyakan solusi DRM yang ada justru menghilangkan nilai dari sebuah produk, baik itu secara langsung membatasi bagaimana seorang user menggunakan sebuah game atau malah menciptakan sebuah ketidakpastian tersendiri.” Kemudian ia menambahkan lagi, “Tujuan kami sekarang ini adalah menciptakan sebuah nilai yang lebih besar dibandingkan yang ditawarkan oleh para pembajak dan upaya ini terbukti cukup sukses, sehingga masa pembajakan pun tidak lagi menjadi masalah bagi perusahaan kami. Contohnya, sebelum memasuki pasaran Rusia, kami diberitahu bahwa masuk ke Rusia hanya buang-buang waktu saja, karena orang-orang akan lebih memilih untuk membajak produk kami. Tapi sekarang, Russia malah menjadi pangsa pasar kami yang paling besar di Eropa.”

“Kesuksesan kami ini bisa terjadi karena kami telah memastikan bahwa baik konsumen dan rekan kerja kami bisa merasakan bahwa mereka akan mendapatkan banyak sekali nilai tersendiri dari layanan itu. Mereka bisa mempercayai kami untuk tidak memanfaatkan hubungan yang kita miliki. Kita biasanya suka berpikir sendiri dengan cara pemikiran konsumen, bukan dari segi pemikiran produksi. Kebanyakan keputusan kami itu didasarkan pada kesempatan yang terus berevolusi menjadi lebih baik untuk melayani konsumen kami dan bukannya malah mengoptimalkan diri menjadi sebuah perusahaan game yang lebih baik ataupun distributor digital yang lebih baik.”
Nah, ini adalah salah satu cara pandang yang juga tidak bisa dikatakan salah. Kalau dari segi pandang Newell, yang patut dipermasalahkan disini adalah kurangnya pelayanan memuaskan dari semua perusahaan game di dunia yang kebanyakan lebih mengutamakan keselamatan dan pemasukan bagi perusahaan dari perasaan para gamer. Apakah menurut Klikers, pendapat Newell ini masuk akal?

Secercah Harapan Bagi I Am Alive Versi PC

Masih ingat dengan artikel Klikgame sebelumnya yang menyebutkan bahwa game kembangan Ubisoft, I Am Alive, hanya akan diluncurkan di konsol (PS3 dan Xbox360) saja? Sedangkan PC tidak akan mendapatkan bagian karena Ubisoft sudah keburu ngambek dengan pembajakan yang marak sekali terjadi di PC. Hal ini lantas menyebabkan banyak sekali gamer yang protes, karena mereka merasa, hak mereka untuk memainkan I Am Alive di PC telah dirampas.

Dalam sebuah email yang diberikan setelah komentar pedas yang dilontarkan di artikel tersebut, Stanislas Mettra, creative director game tersebut, menyatakan bahwa sebenarnya ia sangat berminat sekali melihat versi PC dari game tersebut dan terkait dengan komentar sebelumnya, ia mengaku kalau itu semua terjadi karena kesalahan komunikasi saja lantaran dirinya bukanlah seorang pengguna bahasa Inggris yang fasih.
Ia langsung menjelaskan lebih lanjut mengenai komentar sebelumnya, dimana sebenarnya ia hanya ingin menitikberatkan pada permasalahan yang harus segera dicari jalan keluarnya kalau memang versi PC akan dipertimbangkan untuk dikembangkan, sebelum akhirnya memberikan pernyataan ini, “Sejujurnya, pembuat game mana yang tidak suka gamenya bisa dimainkan di sebanyak mungkin platform yang ada dan juga oleh sebanyak mungkin gamer? Tidak peduli itu konsol ataupun PC, yang paling penting adalah gamenya dan kesenangan yang bisa didapatkan oleh para gamer darinya.”

Oke, ada sedikit perbaikan dari Stanislas dan seharusnya bisa kita maklumi. Bagaimanapun juga, yang namanya manusia tentunya tidak akan pernah luput dari kesalahan bukan? Tapi masalahnya adalah, komentarnya ini justru keluar saat Ghost Recon terbaru yang bertajuk Future Soldier telah dipastikan tidak akan diluncurkan di PC. Gamer PC hanya akan mendapatkan Ghost Recon Online, sebuah keputusan yang diambil lantaran melihat masalah (sekali lagi) pembajakan yang tidak ada jalan keluarnya ini.
“Saat kami memulai Ghost Recon Online, kami berpikir tentang Ghost Recon: Future Soldier; kalau membawa sebuah game ke platform lain dengan cara klasik tanpa adanya pengembangan lebih jauh lagi, karena kita tahu bahwa 95% dari konsumen ini akan membajak game tersebut,” jelas senior producer Ghost Recon Online. “Bagi user yang biasa memainkan gamenya dengan mendapatkan game tersebut melalui Pirate Bay, kami akan berkata, ‘Ok, silahkan saja. Inilah yang kamu minta. Kami telah mendengarkan kalian – kami memberikan kalian sebuah pengalaman. Sangatlah mudah untuk men-download, tidak ada DRM yang akan merusak permainan ini.’”

Melihat semua masalah ini, ada beberapa hal yang terlintas dalam pikiran Klikgame. Apakah itu berarti, masa depan game PC hanya akan berada di dunia game online saja? Sudah tidak ada lagikah harapan bagi game-game biasa (non-online) untuk diluncurkan di PC? Ataukah seumur hidup nanti, kita hanya bisa mengandalkan emulator konsol di PC untuk bisa merasakan bagaimana serunya memainkan sebuah game di PC dengan kualitas grafis yang memukau?
Opini: Keluhan Masalah Pembajakan Hanya Bualan Belaka

Masalah pembajakan mungkin akan menjadi salah satu masalah yang tidak akan pernah ditemukan pemecahannya. Sejago apapun sebuah perusahaan membuat perlindungan terhadap game ataupun produk yang dimilikinya, tetap saja para hacker mampu mencari jalan untuk menerobosnya. Bahkan dengan gagasan penggunaan DRM (Digital Right Management) sekalipun, pembajakan tetap saja merajalela. Bahkan karena adanya DRM ini, malahan timbul masalah lain, dimana banyak gamer yang mengeluhkan kalau DRM ini malah mempersulit seseorang untuk memainkannya. Sedangkan pihak perusahaan tentunya lebih berpikir ke arah apa yang bisa mereka lakukan untuk menjaga agar produk mereka aman tenteram, uang yang masuk tetap banyak dan pemikiran terakhir adalah, bagaimana caranya pembajakan bisa dihentikan total.

Nah, banyak sekali ahli-ahli game di dunia yang terus menerus memberikan pendapatnya mengenai pembajakan. Tapi mungkin masih belum ada yang senetral ucapan dari seorang penjual game bernama Trevor Longino dari Good Old Games, yang justru mencoba melihat pada masalah ini dari sudut pandang yang lebih luas.
“Dengan fokus pada pembajakan sebagai musuh dari gaming PC,” jelasnya, “industri game ini malahan kehilangan fokus pada dua hal yang penting: yang paling pertama adalah, para pembajak lebih jago dalam mendistribusikan gamenya dibandingkan perusahaan-perusahaan. Kenapa lagi orang mau mengambil resiko terkena malware ataupun virus di komputer mereka dari torrent, kecuali kalau mereka telah membuat segala sesuatunya menjadi lebih sederhana untuk mendapatkan game dengan cara pembajakan, daripada menggunakan cara distribusi digital yang tradisional? Tentu saja ada banyak yang bisa kita pelajari dari betapa sederhananya cara untuk membajak sebuah game dibandingkan dengan membelinya, meng-install client, melakukan patch pada game dan client, mengaktifkannya, mengaktifkan komponen online dan pada akhirnya, baru bisa memainkannya.”

“Yang kedua,” tambahnya, “orang memang suka membajak. Mereka suka membajak. Apa yang bisa kamu lakukan-dengan survey demi survey yang diperlihatkan- adalah menciptakan sebuah nilai yang lebih dalam game kalian, sehingga orang-orang rela untuk membelinya. Beberapa sumber dari sumber terbesar di trafik Good Old Game.com justru berasal dari pelacak torrent dan situs-situs abandonware. Dan kamu tahu apa? Trafik dari situs ini telah berhasil berubah menjadi para pembeli dengan persentase yang lebih baik dibandingkan dengan trafik pencarian yang dimiliki Google. Yang mereka temukan pertama kali dari GOG.com setelah melakukan pencarian untuk produk-produk ilegal yang kami jual adalah mereka menemukan kalau ternyata penawaran kami sangatlah menarik dan akhirnya mereka melakukan registrasi dan mereka membeli game dari kami.”
Komputer pertama saya, sebuah Commodore 64, ditemani dengan satu kotak yang penuh dengan game-game bajakan. Tidak ada satupun hari yang luput di sekolahan pada tahun 90-an dimana paling tidak satu dari teman saya tidak melakukan pertukaran satu kotak yang penuh dengan disket 3.5-inch. Akuilah, masalah ini sudah menjadi masalah sepanjang masa dan akan selalu menjadi masalah, jadi untuk berpura-pura seakan sekarang masalah ini baru menjadi masalah besar dan baik memperkenalkan DRM ataupun tidak meluncurkan game sebagai hasilnya, semuanya itu hanya akan berakhir dengan kekalahan dan kebodohan saja.”

Sebuah ucapan yang tentunya sungguh menusuk bagi perusahaan yang sebelumnya telah memutuskan untuk tidak meluncurkan I Am Alive ke PC hanya karena alasan maraknya pembajakan di platform ini. Bagaimana pendapat Klikers?
I Am Alive Tidak Kunjungi PC, Salahkan Pembajakan

Dahulu kala, pada saat I Am Alive pertama kali diumumkan, game ini punya tiga tujuan. Mereka adalah Xbox360, PlayStation 3 dan juga PC. Tapi seiring berjalannya waktu (dimana game ini kerap berpindah tangan dari satu developer ke developer yang lain), jumlah platform yang akan dituju oleh game tersebut pun berkurang satu. Sekarang, game ini hanya dijadwalkan akan diluncurkan ke PS3 dan Xbox360 dalam bentuk DLC dan PC pun terlupakan. Yang menjadi pertanyaannya adalah, kenapa versi PC ditinggalkan? Menurut creative director game tersebut, Stanislas Mettra, kita wajib ‘berterima kasih’ pada pembajakan.

“Kita sudah mendengar dengan jelas sekali tentang bagaimana para gamer di PC terus mengeluh kalau tidak ada I Am Alive versi PC untuk mereka,” kata Mettra. “Tapi mereka terus bikin ribut seperti itu karena tidak ada versi PC untuk mereka atau karena sebenarnya itu adalah sebuah game yang sangat ingin mereka mainkan? Apakah mereka mau membelinya kalau kita membuatkannya?” Yah, kalau misalkan ditanya seperti itu, sudah barang pasti mereka akan mengatakan, “Ya, tentu saja saya mau membelinya.” Tapi tidak ada yang tahu kan, apakah sebenarnya mereka benar-benar berniat melakukannya atau tidak. Nah, berdasarkan pada pemikiran seperti itulah, akhirnya Ubisoft pun merasa, tidak perlu mengambil resiko yang tidak perlu seperti itu untuk menciptakan versi PC yang rentan dengan pembajakan.
“Sangat sulit untuk melakukannya karena ada begitu banyak pembajakan yang terjadi dan sedikit sekali orang yang rela membayar untuk membeli game PC yang dana pembuatannya harus bisa kita sepadankan dengan biaya pembuatannya,” katanya. “Mungkin, sebenarnya hanya membutuhkan sekitar 12 orang dan tiga bulan saja untuk membawa game tersebut ke PC dan itu bukanlah sebuah biaya yang besar, tapi yang namanya biaya, tetaplah biaya. Kalau hanya ada 50,000 orang yang rela membelinya, maka itu sudah tidak layak.”

Tapi sebenarnya sebelum meninggalkan I Am Alive versi PC, Ubisoft sempat membuat para gamer kesal dengan keputusannya untuk menghidupkan kembali salah satu musuh bebuyutan bagi para gamer PC, yakni DRM yang mewajibkan kamu untuk selalu online selama permainan, sama seperti yang digunakan di Driver: San Francisco. Awalnya DRM ini memang terbukti sukses, walau pada akhirnya tetap saja masih bisa dijebol oleh para hacker. Gamer pun memprotes keputusan Ubisoft yang ingin menggunakan kembali DRM yang menyulitkan ini. Tapi setelah beberapa lama tidak bergeming dengan semua protes, akhirnya Ubisoft sedikit melunak dan memutuskan untuk meluncurkan sebuah DRM yang hanya mengharuskan gamer untuk online saat game tersebut dinyalakan pertama kali. Selanjutnya, koneksi internet pun sudah boleh dimatikan.
Untuk sedikit kilas balik pada I Am Alive, game ini pertama kali diperkenalkan beberapa tahun yang lalu, dengan desas desus bahwa Jade Raymond dari Assassin’s Creed ikut terlibat. Tapi nyatanya, Raymond sama sekali tidak terlibat dan saat itu, pengembangan game ini dipindahkan dari Darkworks menuju Ubisoft Shanghai. Tidak lama kemudian, I Am Alive pun mulai memperlihatkan kesan kalau sudah mulai menuju ke tahap kerampungan sempurna dengan peluncuran sebuah trailer di acara E3 2010 dan game ini sukses mendapatkan rating dari Australia dan juga Amerika di awal tahun 2011. Trailernya itu diluncurkan pada bulan September kemarin, lengkap dengan beberapa perubahan yang telah dilakukan oleh game ini, seperti perubahan pada setting tempat yang digunakan. Yang awalnya menggunakan kota Chicago sebagai latar belakang cerita, kini diganti dengan sebuah kota fiktif.

Perubahan developer dari Darkwoods ke Ubisoft Shanghai ternyata bukan hanya sekedar perubahan kecil saja. Justru sebaliknya, perpindahan ini terbukti membawa perubahan yang sangat signifikan pada gamenya. Pada saat berpindah tangan, Ubisoft Shanghai memutuskan untuk memulai pengembangan game tersebut dari awal lagi. “Pertama-tama, game ini hanya berwujud sebuah trailer CG,” jelas Aurelian Palasse dari Ubisoft Shanghai. “Game tersebut tiba di Shanghai pada tahun 2010 dan kami memutuskan untuk membuat gamenya menjadi lebih realistis lagi.”
“Kami memulai segalanya dari awal, tapi masih tetap dengan setting cerita yang sama,” lanjut Palasse. “Saya tidak mau beranggapan kalau sudut pandang kami itu lebih baik dari Darkworks, tapi pertama-tama, bentuk gamenya adalah CG, jadi semua hal mungkin terjadi dan bentuknya saat itu juga bukan permainan yang sesungguhnya. Tapi kami suka dengan settingnya dan kami suka dengan atmosfernya.” Setelah dipegang dan dibesut oleh Ubisoft Shanghai, sekarang game tersebut sudah siap untuk hadir di akhir tahun 2011 atau mungkin awal tahun 2012 di XBLA dan PSN, tapi tidak di PC.

Lama Tak Terdengar, I Am Alive Kembali Muncul ke Permukaan

Sudah hampir empat tahun lamanya semenjak I Am Alive, sebuah game dari Ubisoft, tidak terdengar kabarnya. Sebelumnya, sempat muncul sebuah trailer baru di YouTube pada bulan lalu dan akhirnya langsung ditarik. Pada bulan Juni 2011, game ini sempat mendapatkan rating di Australia dan sekarang, game tersebut berhasil mendapatkan rating baru dari ESRB, yang tampaknya merupakan indikasi bahwa I Am Alive masih dikembangkan.

Didaftarkan untuk game PC, Xbox360 dan PlayStation 3, game ini telah mendapatkan rating Mature, serta mengusung genre third-person action, dimana kamu harus berusaha untuk bertahan hidup, sambil mencoba menyelamatkan keluarga kamu dalam dunia yang sudah hancur itu. Berikut ini adalah apa yang dideskripsikan oleh ESRB:
“I Am Alive merupakan game action, dimana gamer akan memerankan seorang pria yang harus mencari keluarganya di dunia yang sudah kiamat. Dari sudut pandang orang ketiga, gamer akan menjelajahi reruntuhan kota dan menggunakan sebuah machete untuk membunuh musuh manusia lainnya dalam gaya bertarung melee. Pertarungan akan ditemani dengan tembak menembak yang realistis, bunyi menyayat yang realistis dan jeritan kesakitan; karakter tersebut juga akan memancarkan darah saat terpukul.

Gamer punya kemampuan untuk membunuh ataupun menghabisi musuh yang sedang dalam kondisi terluka dengan menggunakan gerakan penghabisan (seperti menyayat leher musuh, menikam musuh, menembak); adegan ini semuanya diperlihatkan dari sudut kamera yang sangat dekat dan juga kontrol dari gamer (di layar akan terlihat tombol yang perlu ditekan oleh gamer). Selama permainan, gamer akan bertemu dengan perempuan yang bisa diselamatkan dari musuh; obrolan mengenai seks terkadang muncul di dialog (contoh “orang ini menyimpan saya sebagai hewan peliharaannya, atau maskot atau sejenisnya.”).
Salah satu adegan yang ada menggambarkan latar belakang bayangan seorang pria yang sedang meremas dan mengancam seorang tawanan perempuan; kalimat yang dilontarkan dalam adegan tersebut meliputi “Apakah kamu mendengar saya? Jangan sentuh saya!” dan “Jangan seperti itu. Kamu tahu saya bisa membuat hidupmu menjadi lebih mudah kalau kamu mau bekerja sama.” Kata-kata kasar juga sering terdengar di dialognya.”

Nah, walau memang sudah mendapatkan rating dari ESRB, tapi bukan berarti game tersebut lantas mendapatkan tanggal rilisnya. Karena memang fakta yang ada sekarang, masih belum ada tanggal rilis yang diberikan kepada game itu.
I Am Alive Videos
I Am Alive Guides
I Am Alive General Discussion
0 General Discussions
I Am Alive Links
I Am Alive Download
I Am Alive
Discussion Forum

Kandidat MMORPG Lokal Terbaik Tahun 2013
| Dragon & Emperor Online | 07 Aug 2013 | |
MMORPG |
||






















0 Comments