Heavy Rain

Heavy Rain:
- Genre: Adventure
- Developer: Quantic Dream
- Publisher: Sony Computer Entertainment
- Platform: PS3
Release Date: 23 February 2010
Heavy Rain
Heavy Rain merupakan sebuah game dengan genre thriller dari Quantic Dream, developer dari game Fahrenheit. Berhadapan dengan sejumlah tema untuk orang dewasa, game ini menceritakan mengenai sebuah plot yang sangat rumit dan begitu kuat, dimana gamer akan dibawa untuk menjelajahi dunia moral yang sangat rumit.
Kamu akan memerankan beberapa karakter sekaligus, masing-masing dengan latar belakang, motivasi dan juga kemampuan yang berbeda, dalam sebuah dunia yang dibentuk oleh Bending Storylines, sebuah desain naratif yang sangat dinamis dimana semua tindakan dan keputusanmu akan membentuk jalan cerita kamu sendiri.
Pencipta Heavy Rain Kebanjiran Ide Keren

Mau ngomong apa kita kalau seandainya seorang David Cage (mungkin Klikers lebih kenal dengan doi sebagai pencipta Heavy Rain, game top yang diluncurkan secara eksklusif untuk PS3 pada tahun 2010 kemaren), mengatakan bahwa dalam benaknya, sudah ada tiga game baru yang sedang ia persiapkan? Padahal sekarang ini, bahkan game terbarunya yang sudah diumumkan sejak tahun 2012 kemarin, Beyond: Two Souls, masih belum rampung.

"Sejujurnya, saya tidak tahu. Saya mungkin punya sekitar tiga game yang sudah ada di benak saya. Walaupun sekarang saya sedang dalam kecepatan penuh dalam mengembangkan Beyond, tapi saya tahu apa yang sedang saya lakukan setelahnya, karena game tersebut sudah dikembangkan. Saya juga tahu apa yang akan saya lakukan selanjutnya dan mungkin setelah game selanjutnya itu juga."
"Itu sangat luar biasa, karena saya punya jauh lebih banyak gagasan ketimbang yang bisa saya kembangkan. Semua gagasan ini datang begitu saja. Saya bahkan tidak perlu memikirkannya. Itulah cara saya kerja. Saya terus berpikir setiap waktu, setiap waktu ketima saya sedang bekerja dan itu cara tersebut berhasil memberikan waktu bagi sebuah gagasan untuk berevolusi dan hadir di saat mereka sudah siap untuk dituliskan," lanjutnya. "Jadi, ini bukan seperti ketika saya telah menyelesaikan Beyond dan berpikir 'ya ampun, saya harus ngapain lagi untuk gagasan selanjutnya yah?' Tidak, semuanya itu adalah gagasan yang sudah matang untuk waktu yang lama."

Untuk Beyond: Two Souls itu sendiri telah dijadwalkan akan diluncurkan akhir tahun 2013 ini, walaupun sejauh ini masih belum ada tanggal peluncuran yang konkrit. Aktris cantik, Ellen Page (paling terkenal dalam perannya di film Juno dan Inception) merupakan model dari karakter utama di game ini, Jodie Holmes dan ia merupakan garis penghubung dengan hantu yang bernama Aidan, pusat dari jalan cerita di game ini.
Menurut David Cage, berbeda dengan kebanyakan game-game sebelumnya yang pernah ia kembangkan, Beyond: Two Souls takkan memiliki QTE (alias Quick-Time Events). Beyond justru akan memperkenalkan sebuah mekanisme permainan baru yang akan lebih sesuai dengan harapan para gamer yang sudah terbiasa dengan game-game action-adventure modern.

Nah, sama juga dengan Heavy Rain, Beyond: Two Souls akan diluncurkan secara eksklusif untuk PS3. Eksklusivitas ini pun menimbulkan pertanyaan bagi banyak orang. Apakah Sony punya saham di dalam studio Cage, Quantic Dream? Jawabannya adalah TIDAK. Eksklusivitas ini mungkin timbul karena adanya hubungan baik antara kedua studio tersebut. Tapi kalau ditanya, apakah hubungan baik ataupun eksklusivitas ini akan bertahan hingga konsol generasi selanjutnya, sejujurnya itu masih belum ada yang tahu…
Game Baru Cage Ingin Tantang Otak, Bukan Jari

Seperti halnya Heavy Rain, David Cage ingin membawa gamer merasakan sebuah pengalaman bermain yang sangat unik dan jarang bisa dirasakan di game-game kebanyakan yang ada sekarang ini dalam game terbarunya, Beyond: Two Souls. Game yang akan diluncurkan secara eksklusif untuk PS3 ini, menurut Cage, sama sekali bukan game yang bertujuan untuk menghadirkan keseruan dalam bermain.

Menurut penuturan sang pimpinan di Quantic Dream ini, ia sama sekali tidak berniat untuk membawakan elemen seru dan menyenangkan kepada gamer. Tentu saja keputusan ini mengundang pertanyaan ke benak kita, karena yang namanya permainan itu fungsinya adalah memberikan keseruan dan kesenangan tersendiri kepada para gamer bukan?

"Tujuan akhir saya adalah membuat semua gamer terkejut, memberikan sesuatu yang mereka inginkan tanpa menyadari kalau mereka menginginkannya," jelasnya. "Saya ingin menciptakan sebuah perjalanan yang emosional, sebuah pengalaman bermain yang unik. Saya sama sekali tidak tertarik untuk memberikan keseruan bermain kepada gamer, saya ingin memberikan sebuah arti; saya tidak ingin menantang jari tangan gamer, saya ingin menantang pikiran para gamer."

Jalan cerita dalam game Beyond: Two Souls, mengikuti kisah tentang seorang karakter dalam kurun waktu 15 tahun dan merupakan jawaban Cage atas kematian salah satu sanak keluarganya. "Mungkin ini bukan apa yang sebenarnya diinginkan oleh kebanyakan gamer di luar sana," lanjutnya. "tapi ini adalah tujuan yang sudah saya bentuk dengan Beyond; untuk menciptakan sesuatu yang berbeda." Kalau melihat dari permainan dan tema yang digunakan, tampaknya game ini akan sangat menarik bagi Klikers yang merasa Heavy Rain layak untuk mendapatkan julukan sebagai game paling mantap di tahun 2010 yang lalu. =D
Spector Tidak Suka Game Model Heavy Rain

Hasil karya David Cage dalam dunia game, Heavy Rain, merupakan salah satu karya dalam dunia game yang benar-benar dikagumi oleh banyak orang. Tapi bukan berarti semua orang menyukai model permainan seperti itu. Di antara mereka yang tidak menyukainya, adalah sesama pencipta game, Warren Spector (pencipta Deus Ex).

Menurutnya, David Cage memang merupakan salah satu pembuat naskah terhebat dalam dunia game. Tapi ia tidak terlalu suka dengan kekakuan yang terdapat dalam sebuah game yang naskah ceritanya sudah diatur. "Heavy Rain – Saya tidak akan pernah mau membuat game seperti itu," jelas Spector.
"Dalam Heavy Rain, tidak ada apapun yang mengejutkan yang akan terjadi. Tidak akan ada gamer yang melihat sesuatu, melakukan sesuatu, menemukan sesuatu yang tidak diciptakan oleh David." Menurut Spector lagi, ia sangat kagum dengan usaha yang dilakukan oleh Cage untuk menggabungkan lima naskah berbeda menjadi satu, terutama yang dilengkapi dengan pilihan, tapi sayangnya, hasil akhir strukturnya tidak jauh berbeda dengan kisah-kisah model Choose Your Own Adventure.

"Saya menyukai game tersebut sebagai sebuah pengalaman – hasilnya tak dapat dipercaya. Game ini berhasil membuat hal-hal yang biasa terjadi setiap harinya, menjadi sebuah drama yang mantap. Maksud saya, ya ampun! Saya benar-benar kagum dengan talenta yang dimiliki orang yang menulisnya dan kemampuannya untuk mengisahkan sebuah cerita sinematis. Tapi apakah saya akan membuat game seperti itu? Jelas tidak," tambahnya.
Spector sendiri sama sekali tidak membenci hasil kerjaan Cage, "kalau Tim Schafer bukan seorang penulis terbaik di dunia game, maka penulis terbaik itu sudah pasti adalah David." Walau ia sangat menghormati kedua pencipta game itu, pilihan pribadi Spector untuk sebuah pengalaman bermain yang ditentukan sendiri oleh gamer berarti ia tidak bisa menggunakan metode yang sama dalam mengisahkan sebuah cerita.

"Tidak akan ada yang terjadi dalam salah satu game tersebut yang tidak direncanakan sebelumnya. Itu juga berarti bahwa Tim bisa menceritakan kisah tradisional yang jauh lebih baik daripada yang bisa saya lakukan dalam sebuah game," akunya. "Saya berharap saya bisa menjadi seorang penulis sehebat dia. Tapi, game seperti itu bukan jenis game yang ingin saya buat." Melihat apa yang telah dilakukannya akhir-akhir ini, memang Heavy Rain sama sekali bukan jenis game yang akan dibesutnya…
[E3 2012] Proyek Baru Quantic Dreams Adalah Beyond
![[E3 2012] Proyek Baru Quantic Dreams Adalah Beyond [E3 2012] Proyek Baru Quantic Dreams Adalah Beyond](http://www.klikgame.com/upload/articles/807584604.jpg)
Sukses dengan Heavy Rain, Quantic Dream sempat kelihatan terkatung-katung terkait dengan apa proyek yang akan mereka besut selanjutnya. Seperti salah satu contohnya adalah Kara, sebuah proyek uji coba teknologi. Tapi terbukti sampai sekarang, sama sekali tidak ada informasi apakah sebenarnya Kara ini hanyalah sebuah percobaan saja atau memang merupakan nama proyek sementara yang nantinya akan dirampungkan menjadi sebuah game.

Nah, untuk membuktikan kalau mereka masih bergerak dalam industri game, Quantic Dream mulai mempersiapkan sebuah proyek. Awalnya, proyek ini hanya disebut sebagai sebuah rumor belaka. Tapi seiring berjalannya waktu, yang awalnya hanya rumor, malah beralih menjadi sebuah bukti dan kenyataan.

Game terbaru dari Quantic Dream yang mereka perlihatkan pada acara press conference Sony di acara pre-E3 2012 adalah Beyond: Two Souls, sebuah game yang mengisahkan tentang apa yang terjadi ketika kamu meninggal. Karakter utamanya bernama Jodie Holmes dan model karakternya menggunakan aktris muda yang sempat ikutan di film Inception, Ellen Page. Dikisahkan kalau Jodie punya sejenis kehadiran makhluk halus di sekitarnya. Makhluk halus ini punya nama, yakni Aiden dan selama permainan, kamu bisa mengendalikan keduanya, tergantung keadaan.

Apa yang akan kamu dapatkan dalam Beyond: Two Souls adalah kisah hidup Jodie selama 15 tahun. Dalam sebuah adegan singkat yang diperlihatkan, terlihat Jodie yang sedang berbincang-bincang dengan Lt. J. Sherman, seorang polisi. Disini, Jodie baru saja menerima sebuah luka di bagian belakang kepalanya. Tidak lama kemudian, Jodie terlihat sedang berusaha kabur dari kejaran polisi di tengah-tengah ledakan yang terjadi. Untuk informasi lebih lanjut, Quantic Dreams akan membeberkan semuanya di acara E3 2012 yang akan diselenggarakan pada tanggal 6 Juni 2012 mereka. Sabar menunggu yah. ^__^

Lensa Kontak Augmented Reality, Masa Depan Dunia Hiburan?

Teknologi Augmented Reality yang diperkenalkan pada 3DS di pertengahan tahun 2011 kemarin, telah menjadi sebuah langkah baru bagi Nintendo dalam dunia game. Tapi coba bayangkan, bagaimana kalau seandainya, Augmented Reality ini bukan hanya sekedar kamu mendayagunakan latar belakang sebuah tempat di game kamu, tapi justru membawa kamu sebuah dunia virtual dimana kamu benar-benar merasa sedang berada di tempat itu?

Inilah yang sekarang sedang dikembangkan oleh ahli riset di University of Washington dan Aalto University di Finlandia. Saat ini, mereka sedang mengembangkan dan mengujicoba sebuah lensa kontak yang bisa menampilkan sebuah gambar berukuran satu pixel secara langsung di lensa kontaknya. Kalau memang teknologi ini berhasil dikembangkan, bukan tidak mungkin dunia game dan dunia hiburan pun akan mengalami perubahan drastis.
Nah, tampilan yang terdapat pada lensa ini akan menerima data melalui sebuah antena radio dan memperlihatkannya langsung ke mata dengan menggunakan sebuah chip sapphire, lengkap dengan sebuah micro-LED yang sudah terpasangkan. Seluruh sistem ini diperkuat oleh sebuah power harvester silikon yang langsung mengambil energinya dari sebuah baterai. Lensa tersebut dikabarkan telah diujicobakan ke kelinci yang telah dibius dan sejauh ini, tidak terlihat adanya efek buruk pada kelinci tersebut.

Tidak seperti halnya headset virtual reality yang dilengkapi dengan layar LCD, lensa ini memungkinkan sang pengguna untuk melihat dunia luar yang ada di balik gambar yang telah diproyeksikan melalui lensa kontak ini. Secara teori, gambar tersebut akan terlihat seperti sedang melayang di depan pengguna dan bahkan bisa terlihat karakter dari Augmented Reality yang bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya di dunia nyata.
Sekarang ini, mereka sedang mencoba mengembangkan versi multi-pixel dengan menggunakan lensa micro-Fresnel (sebuah lensa kecil yang memiliki diameter kurang dari satu milimeter), walau mereka mengakui kalau tampilan lensa kontak beresolusi tinggi, penuh warna dan berdiri sendiri itu masih akan lama sekali baru bisa ditemukan. Sebuah cara yang tentunya akan bisa membuat dunia game melaju beberapa langkah ke depan dan tentunya sangatlah menakjubkan.

Tapi seperti halnya teknologi-teknologi lainnya, banyak yang khawatir kalau digunakan secara terus menerus, akan bisa menyebabkan efek samping yang buruk sekali bagi tubuh manusia. Contohnya, lihat pada game Heavy Rain, dimana Norman Jayden (seorang FBI yang dikirimkan untuk membantu pihak kepolisian untuk menginvestigasi Origami Killer) yang kerap kali menggunakan sebuah kacamata Augmented Reality yang disebut Added Reality Interface. Dengan benda ini, ia bisa melakukan investigasi pribadi secara langsung bahkan di ruangan paling tak jelas sekalipun. Tapi pada akhir cerita, karena kebanyakan menggunakan kacamata tersebut, dirinya tak mampu lagi membedakan mana yang nyata dan mana yang bayangan.
Segera, Heavy Rain: Director's Cut Diluncurkan

Semakin banyak saja game-game yang diluncurkan, lengkap dengan DLC yang menyertainya selama game tersebut berkiprah di dunia game. Setelah Fallout: New Vegas, kini giliran Heavy Rain yang mendapatkan perlakuan yang sama. Ya, versi rilis ulang game dengan genre adventure thriller besutan Quantic Dream ini telah diumumkan dan akan hadir dalam waktu dekat ini.

Heavy Rain: Director’s Cut akan mulai diluncurkan di Amerika pada tanggal 8 November 2011 ini dengan banderol harga US$29.99 (sekitar 270 ribu rupiah). Selain gamenya sendiri yang telah diluncurkan pada bulan Februari 2010, edisi khusus ini juga meliputi satu-satunya DLC yang pernah dirilis untuk Heavy Rain, Taxidermist, sebuah soundtrack, menu baru lengkap dengan dukungan penggunaan PlayStation Move, delapan buah video the making, tiga theme yang dinamis dari PlayStation Network, sebuah concept art baru dan dua buah trailer bonus.

Untuk mempromosikannya, sebuah theme dinamis akan diluncurkan di PlayStation Store pada tanggal 8 November bagi semua orang yang menginginkannya. Perilisan ini mungkin bisa sedikit membantu mengembalikan beberapa juta dolar yang sempat menjadi masalah bagi Quantic Dream. Salah satu pendirinya, Guillaume de Fondaumiere baru-baru ini menyebutkan bahwa pasaran game bekas merupakan salah satu masalah paling pelik yang dihadapi oleh industri tersebut sekarang ini.

Sedangkan terkait dengan kemungkinan sekuelnya, David Cage telah menegaskan sebelumnya bahwa ia tidak akan membuat sekuel Heavy Rain. “Biarkan saya sedikit bodoh selama satu detik saja; saya bukan bergelut di bisnis ini demi uang,” jelasnya pada bulan September 2011 kemarin. “Saya menulis Heavy Rain karena saya menyenanginya, karena ada sesuatu yang bisa dikatakan. Ya, saya bisa saja membuat Heavy Rain 2, tapi saya telah mengatakan apa yang perlu saya katakan mengenainya. Itulah kekuatan dari Quantic Dream, untuk memiliki kapasitas untuk menciptakan gagasan baru, untuk membuat sesuatu yang bisa membuat geger dunia game.”

Pencapaian Heavy Rain memang jauh lebih bagus daripada yang diperkirakan sebelumnya. Saking menariknya, sampai-sampai versi layar lebarnya juga dikabarkan sedang dikembangkan di awal tahun 2011 ini.
David Cage Jelaskan Alasan Sekuel Heavy Rain Tak Dibuat

Adalah sebuah hal yang sangat lumrah dilakukan, saat sebuah game berhasil dengan sukses di pasaran, maka rencana untuk mengeluarkan sekuelnya pun akan diumumkan. Lihat saja Batman: Arkham Asylum. Setelah kesuksesan yang diterimanya, rencana untuk mengembangkan Batman: Arkham City (yang akan dirilis pada tanggal 18 Oktober 2011). Lalu bagaimana dengan Heavy Rain, game dari Quantic Dream yang sempat mengundang decak kagum dari seluruh pemilik PS3 dan bahkan pernah disebut sebagai game terbaik yang pernah diluncurkan di PS3? David Cage selaku pimpinan di Quantic Dream mengakui kalau memang banyak yang meminta game ini dibuat sekuelnya. Ia juga mengakui kalau itu dilakukan, maka mereka akan bisa dengan mudah meraup keuntungan besar. Tapi, ternyata Cage sama sekali tidak tertarik untuk menjadi sebuah perusahaan yang rajin menelurkan sekuel untuk satu game yang sudah sukses. Lalu untuk sedikit curcol, ia mengatakan kalau menurutnya, nama Indigo Prophecy (salah satu game yang ia kembangkan), adalah nama yang sangat bodoh.

Dalam sebuah wawancara dengan David Cage, ia menjelaskan bahwa motivasinya dalam mengembangkan game bukanlah pada keuntungan dan itulah salah satu alasan terbesar, kenapa sampai sekarang, ia sama sekali tidak mengambil kesempatan untuk mengembangkan Heavy Rain 2, walau ia tahu betul kalau game tersebut bakalan sukses besar.
“Biarkan saya bersikap agak sedikit bodoh sebentar; saya tidak bergerak di bisnis ini untuk menghasilkan uang,” jelasnya. “Saya menulis Heavy Rain karena saya tertarik dengannya, karena memang ada sesuatu yang bisa dikatakan. Ya, saya bisa saja membuat Heavy Rain 2, tapi saya sudah mengatakan apa yang perlu saya katakan mengenainya. Itulah kekuatan dari Quantic Dream, untuk memiliki kapasitas menciptakan ide yang baru, membuat sesuatu yang bisa menghebohkan.” Kemudian ia melanjutkan lagi dengan mengatakan bahwa sejauh ini, ia selalu melihat dirinya sebagai seorang pengarang dan sebagai seseorang yang selalu mempercayai instingnya, yang mana menurutnya memang itulah yang diinginkan oleh para fans dari dirinya. Walau ia sudah berumur 42 tahun, ia masih belum sampai ke titik dalam hidupnya, dimana ia tiba-tiba merasakan perlu mendapatkan uang sebanyak mungkin bagi dirinya dan juga keluarganya.

“Saya masih tetap berpikir kalau saya sedang melakukan sesuatu yang penting. Mungkin itu akan terdengar naif di industri ini, tapi saya tetap berpikir bahwa saya ada disini untuk menjadi kreatif. Saya hanya punya sebuah perusahaan karena saya membutuhkan struktur tersebut untuk mengembangkan ide saya.” Memang perlu diakui, kesuksesan Heavy Rain itu benar-benar di luar dugaan. Total penjualannya bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya dan saking suksesnya, sampai-sampai pengembangan film untuk game tersebut pun telah dimulai di awal tahun 2011.
Cage merupakan salah satu orang yang benar-benar sangat menganjurkan pada para developer untuk menciptakan game-game dewasa, walau ia mengakui akan ada masalah yang timbul kalau mencoba untuk bekerja sama dengan beberapa departemen marketing untuk pengembangan game sejenis itu.

Saat subjek pembicaraan mengarah ke perubahan nama Indigo Prophecy (game ini juga disebut dengan judul Fahrenheit), Cage menyebut judul tersebut sebagai sebuah judul yang sangat bodoh. Waktu ditanya, kenapa perubahan nama ini dibutuhkan, ia menjelaskan, “Game yang saya buat ini tidak melibatkan senjata. Sudah sering sekali, departemen marketing di Amerika bermasalah dengan ini. Mereka punya gambaran tentang pasaran mereka sebagai sebuah pasaran yang gemar akan senjata. Asumsi itu benar-benar salah.”
Kemudian ia memperjelas lagi argumen yang sempat ia lakukan dengan Atari terkait dengan Fahrenheit dan bagaimana akhirnya sang publisher itu pun tertarik untuk memberikan dukungan penuh pada gamenya. Quantic Dream berhasil meraup keuntungan dari game tersebut, tapi sayangnya potensi penuh game tersebut tidak bisa tercapai karena kurangnya kepercayaan.

“Masalahnya adalah kita merupakan sebuah industri yang sangat konservatif,” lanjutnya. “Setiap kali kamu pergi ke departemen marketing dengan sebuah konsep yang sederhana, seperti seorang hero memiliki sepuluh jenis senjata dan kamu harus melewati 20 level, kemudian nanti akan ada level yang dipenuhi salju dan sebuah level yang berlokasi di hutan dan level yang dipenuhi dengan padang pasir dan level apapun itu dan semuanya akan menjadi sangat mantap karena saya bisa memperlihatkan lebih banyak ledakan di layar televisi dibandingkan game-game lain dan…’ mereka langsung menerimanya. Departemen marketing langsung berkata, ‘oh itu menarik sekali.’”
“Tapi saat kamu datang ke mereka dengan sebuah game yang berbasis cerita. Atau sebuah game yang berhubungan dengan penculikan anak, mereka langsung berpikir, ‘Ya Tuhan. Akan sulit sekali bagi mereka untuk melakukan sesuatu yang berbeda.’ Satu-satunya cara untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan tetap memperkenalkan game tersebut; game demi game, dapatkan lebih banyak kepercayaan. Perlihatkan betapa suksesnya kamu dan berharap pada akhirnya mereka dan seluruh industri akan berbalik.”

Itu berarti sudah menjadi konfirmasi kalau Heavy Rain 2 tidak akan dikembangkan. Sayang sekali yah… Padahal Heavy Rain merupakan salah satu game yang paling menarik yang pernah kami mainkan di PS3 selama ini. =(
Game Bekas Penyebab Kerugian Bagi Publisher

Perdebatan seputar apakah game bekas itu bagus atau tidak bagi industri game masih terus berlanjut. Baru tidak lama ini, muncul satu lagi pendapat dari salah satu pendiri Quantic Dream, pengembang Heavy Rain, Guillaume de Fondaumiere. Menurutnya, hal tersebut membawa efek buruk bagi bisnis game dan ia bahkan menyalahkan pasaran game bekas karena kerugian sekitar US$6.8 juta hingga US$13.6 juta untuk masalah royalti.

“Saya berani mengatakan bahwa efek dari resesi yang terjadi, bahwa pengaruh paling penting terutama pada game AAA di konsol, adalah meningkatnya gaming menggunakan game bekas,” jelasnya. “Dan saya rasa ini merupakan salah satu masalah nomor satu di industri sekarang ini. Saya bisa mengambil satu contoh disini, yaitu Heavy Rain. Pada dasarnya, sampai sekarang ini kita sudah berhasil menjual sekitar dua juta unit, kami tahu dari sistem trophy bahwa sudah lebih dari tiga juta orang membeli game tersebut dan memainkannya. Untuk level kecil saya, itu seperti satu juta orang yang memainkan game saya tanpa memberikan uang satu sen pun kepada saya. Dan dari kalkulasi saya, sebagai Quantic Dream, saya sudah merugi sekitar lima sampai sepuluh juta euro untuk uang royalti hanya karena gaming bekas.”
Walau begitu, ia tetap mengakui bahwa argumen tentang game-game bekas, terutama untuk argumen dimana tanpa adanya game bekas, maka orang-orang akan semakin sedikit membeli game kalau memang nantinya game bekas mereka tidak bisa dijual untuk mendapatkan uang tambahan demi membeli game baru. Tapi ia tetap tidak setuju dengan perhitungan tersebut. “Yah, saya tidak yakin kalau itu memang pendekatan yang tepat dan saya rasa semua developer serta tentu saja para publisher dan distributor perlu duduk bersama dan mencoba mencari cara untuk menyelesaikan masalah ini. Karena sebenarnya kita semua sedang saling melukai disini,” lanjutnya, sebelum akhirnya memberikan pemikirannya yang cukup masuk akal.

“Karena saat developer dan publisher akan melihat bahwa mereka tidak akan bisa mendapatkan nafkah hidup hanya dengan memproduksi game yang dijual melalui toko ritel saja dan karena game bekas, mereka akan langsung berhenti membuat game. Dan kami semua, masing-masing akan saling mengatakan kepada yang lainnya, yang akan langsung berpindah ke dunia online dan langsung bergerak di bidang distribusi. Jadi saya tidak merasa kalau untuk jangka panjang, ini adalah hal yang bagus untuk distribusi ritel.”
Memang perlu diakui bahwa sekarang ini, industri game sudah mulai bergerak ke arah dunia digital, walaupun memang belum sampai waktunya media berupa CD itu dilupakan sama sekali. Sebelumnya, pernah ada pembicaraan mengenai gelombang kehadiran konsol yang nantinya tidak akan lagi bergantung pada media fisik. Sementara itu, para publisher juga sudah mulai menggalakkan usaha untuk bertarung melawan penjualan game-game bekas dengan menggunakan online pass, yang bertujuan untuk mendorong gamer membeli game baru. Kalaupun memang tujuan tidak tercapai, paling tidak mereka masih tetap mendapatkan US$10 dari pembelian online pass yang dibutuhkan untuk memainkan sebuah game.

“Sekarang, apakah game baru itu mahal? Saya selalu mengatakan bahwa game-game mungkin terlalu mahal, jadi mungkin ada satu level disini untuk menemukannya dan kita perlu mendiskusikan semuanya bersama-sama dan mencoba mencari cara untuk mendamaikan harapan konsumen, harapan di dunia ritel tapi juga harapan dari publisher dan developer untuk membuat bisnis ini menjadi sebuah bisnis yang pantas,” simpul de Fondaumiere.
Heavy Rain Videos
Heavy Rain Guides
Heavy Rain General Discussion
0 General Discussions
Heavy Rain Links
Heavy Rain Download
Heavy Rain
Discussion Forum




















0 Comments