Call of Duty: Modern Warfare 3

Call of Duty: Modern Warfare 3:
- Genre: First-Person Shooter
- Developer: Infinity Ward / Sledgehammer Games
- Publisher: Activision
- Platform: PS3, XBOX 360, PC
Release Date: 08 November 2011
Call of Duty: Modern Warfare 3
Perang kembali berkumandang dalam Call of Duty: Modern Warfare 3, bagian ketiga dari franchise first-person shooter yang menggunakan skenario peperangan di masa depan.
Kotick: CoD Masuk ke Layar Lebar? Gak Penting!

Kalau dilihat dari segi franchise, sebenarnya Call of Duty merupakan salah satu game yang paling menarik untuk diadaptasi ke layar lebar. Nah, biarpun memang kemungkinan tersebut ada, tapi Bobby Kotick, CEO dari Activision, dengan tegas menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak berencana untuk mengadaptasi Call of Duty ke layar lebar. Kalau menurut Kotick, hal tersebut hanya akan menodai nama besar yang telah menempel di game tersebut.

"Call of Duty mungkin saja terlihat seperti sebuah film, tapi tuan Kotick tidak terlalu tertarik untuk merubahnya menjadi sebuah film layar lebar dan sebelumnya, ia juga sudah pernah menolak sejumlah permohonan dari studio-studio film ternama di dunia. Menurutnya, film yang dibuat berdasarkan pada game, jarang sekali ada yang bisa membuat para fans setia merasa puas dan cenderung menodai franchise itu sendiri."

Yah, itu berarti di kala kebanyakan game-game lain sedang menapakkan dirinya ke dunia layar lebar, hanya Call of Duty saja yang akan terus setia di jalur utamanya, yakni dunia game. Tidak seperti Need for Speed ataupun Assassin's Creed yang sudah memulai proses pengembangannya, Call of Duty tidak akan pernah mengambil langkah tersebut. Kecuali kalau Kotick tiba-tiba kesetrum aliran listrik 10,000 watt dan menyebabkan dirinya berubah pikiran (tambah kribo mungkin?).

Tapi sebenarnya, apa yang ditegaskan oleh Kotick (tidak akan mengembangkan versi layar lebar untuk Call of Duty), memang ada baiknya juga. Coba pikir, apabila Call of Duty dijadikan film sekalipun, bukankah pada akhirnya hanya akan menjadi sebuah film perang yang membawa nama franchise Call of Duty saja? Biarpun kita bisa melihat karakter-karakter seperti Mason, Captain Price ataupun karakter-karakter dari Call of Duty lainnya, itu tidak akan lebih dari sekedar tumpangan nama belaka di hasil adaptasinya untuk menambah 'suasana' Call of Duty. Kalau temanya saja masih umum, untuk apa Call of Duty diadaptasi ke layar lebar?
Kotick: Mudah Pecat Duo Pendiri Infinity Ward

Bisa dikatakan, Call of Duty merupakan salah satu franchise paling penting milik Activision. Tapi ketika dua orang terpenting di balik kesuksesannya harus dikeluarkan, Bobby Kotick, CEO dari Activision menyatakan sama sekali tidak kesulitan untuk mengambil keputusan tersebut. Masih ingat kan dengan kasus yang menyebabkan Jason West dan Vince Zampella (duo pendiri Infinity Ward) yang dipecat pada bulan Maret 2010 silam?

Nah, terkait dengan masalah tersebut yang kembali dibahas oleh beberapa sumber, Kotick mengutarakan bahwa mengambil keputusan untuk 'menendang' kedua orang tersebut bukanlah keputusan yang sulit. Bahkan cenderung mudah. "Ketika kamu menemukan fakta bahwa dua orang petinggi berencana untuk melanggar kontrak yang ada, menyimpan uang yang diberikan kepada mereka dan mengambil 40 pegawai yang ada. Apa yang akan kamu lakukan? Kamu akan memecat mereka," tutur Kotick.

Seperti yang diketahui, permasalahan tuntut menuntut antara Activision, mantan pegawai Infinity Ward sampai dengan Electronic Arts (EA) benar-benar kisruh dan baru berakhir pada bulan Mei 2012 yang lalu. Diperkirakan, urusan tuntut menuntut ini telah menghabiskan puluhan juta dolar. Nah, keputusan untuk melepaskan West dan Zampella ini pun sempat membuat para gamer di luar sana merasa waswas dengan kualitas Call of Duty di masa mendatang. Pasalnya, Modern Warfare 2, game yang dikembangkan di bawah pengawasan West dan Zampella, benar-benar laris manis dan telah terjual sebanyak 22 juta unit. Game tersebut juga didapuk sebagai salah satu game yang paling laris sepanjang masa.

Beruntung, nasib Call of Duty tidak lantas memburuk. Terbukti, semua franchise Call of Duty yang dihasilkan (setelah Modern Warfare 2), berhasil dengan sangat fenomenal. Lihat saja Black Ops yang dikembangkan oleh Treyarch serta Modern Warfare 3 yang dihasilkan oleh Infinity Ward (tanpa dipimpin oleh West dan Zampella). Kedua game tersebut bahkan berhasil memecahkan rekor penjualan yang ada.
Maaf Anak-Anak, Tidak Ada MW4!!

Kemarin, tepatnya pada tanggal 31 Oktober 2012, telah beredar sebuah rumor bahwa Activision sedang mengerjakan Call of Duty baru dengan subtitle Modern Warfare 4. Rumor ini semakin diperkuat dengan konfirmasi Bill Murray, sang pengisi suara Captain Price. Jadi bukan Bill Murray Ghostbuster yah..!!

Saat para fanboy COD mulai beteriak-teriak kegirangan, Infinity Ward buru-buru menampik rumor tersebut dengan dinginnya. Tidak ada COD: Modern Warfare 4 yah anak-anak!! Setidaknya sampai pengumuman selanjutnya. Lagian kami juga tidak mengkotek seorangpun pengisi suara Modern Warfare kok.

Jadi rumor ini muncul dari mana yah? Apa karena saat ini semua orang percaya kalau tim Infinity Ward sedang menganggur di markasnya karena COD: Black Ops II sebentar lagi dirilis? Atau…jangan-jangan COD: Modern Warfare 4 memang sedang dikerjakan nih. Wadoh, makin penasaran jadinya. Well, setidaknya sebentar lagi COD: Black Ops II akan datang menyambangi kita. Bisa dipastikan kita masih sibuk memainkan Black Ops II saat Infinity Ward rampung menggarap COD: Modern Warfare 4.
Distribusikan Hack Isi Trojan, Seorang Pemuda Dipenjara

Mungkin inilah yang selalu ditakutkan dalam apa yang sering kita sebut dengan hack. Kalau biasanya orang sudah keburu percaya bahwa sebuah hack itu akan membuat sebuah permainan lebih mudah atau lebih menyenangkan, maka kali ini, mereka akan tertipu dengan hack yang satu ini. Seorang pemuda berumur 20 tahun baru saja mendapatkan hukuman penjara selama 18 bulan setelah menyebarkan sebuah hack untuk Call of Duty (dan hebatnya, dari hack ini, ia bisa mendapatkan uang ribuan pounds). Tapi yang menjadi masalah adalah, ternyata hack yang didistribusikannya itu merupakan sebuah virus.

Adalah Lewys Martin dari Deal, Kent, yang menyembunyikan sebuah virus Trojan di dalam hack Call of Duty yang ia luncurkan di internet. Dengan hack ini, ia bisa memonitor semua aktivitas pemain, mulai dari pencetan pada keyboard untuk mendeteksi detil-detil penting seperti informasi kartu kredit dan bank, password dan code, yang kemudian akan ia jual dengan harga antara US$1 sampai US$5 melalui sebuah situs. Kemudian, semua keuntungannya itu ia simpan dalam rekening rahasia di Costa Rica.
Tapi semuanya itu tidak akan diketahui kalau Lewys tidak melakukan tindakan bodoh. Pasalnya, waktu itu ia tertangkap lantaran sedang mencuri perlengkapan computer dari kampus-kampus yang ada di Dover and Deal dalam keadaan mabuk. Polisi juga menemukan lebih dari 300 informasi kartu kredit di rumahnya, serta sebuah pinjaman bank palsu senilai US$3000. Yang lebih bodohnya lagi, ia sebenarnya sempat mendapatkan kesempatan untuk menebus semua kejahatannya itu. Pada bulan November 2011, hukuman yang seharusnya ia jalani itu, ditunda untuk sementara waktu agar ia bisa mengikuti pelajaran komputer di universitasnya. Empat bulan kemudian, Maret 2012, ketika masih di tengah hukumannya, ia malah tertangkap sedang membobol Walmer Science College.

"Kami tidak tahu berapa banyak uang yang ia dapatkan melalui penjualan informasi kartu kredit ini karena uang tersebut adalah di sebuah bank yang tidak mau diajak bekerja sama dengan pihak yang berwenang," tutur seorang penuntut bernama Edmund Burge. "Tapi Martin mengaku ke pihak polisi bahwa ia mendapatkan sekitar ribuan pounds dari penjualan tersebut." Sedangkan dari pembela, Thomas Restell, mengatakan: "Jelas sekali kalau ia sudah terlalu cerdas bagi dirinya sendiri dan dengan kepintarannya itu, ia malah bisa dengan mudah menggunakan pengetahuannya itu untuk tujuan yang tidak benar."
Setelah kasus terakhir, Martin kembali meminta hakim untuk membiarkan dirinya menyelesaikan kuliahnya dulu. Ia juga mengatakan bahwa dengan menyelesaikan kuliah, ia bisa memastikan supaya semua kemampuan yang ada pada dirinya, bisa digunakan untuk hal positif, bukan negatif. Sayangnya, kesempatan tersebut telah lewat, Martin… Hakim Nigel Van Der Bijl mengatakan kalau kesempatan tersebut sudah ia dapatkan pada bulan November kemarin, tapi sayangnya, tidak ia tepati.

Seorang ahli keamanan di Sophos, Graham Cluley, memperingatkan pada semua gamer yang ada di dunia tentang bahaya yang bisa didapatkan dari hack serta crack. "Pemain game akan memperhatikan teknik yang digunakan oleh Lewys Martin untuk menjangkit computer," tulisnya di sebuah blog. "Ini bukan tipe malware yang jarang ditemukan dan didistribusikan dalam bentuk crack dan hack untuk game-game yang popular – kalau kamu menjalankan sebuah kode tak dikenal dalam komputer untuk mengakali sebuah game, mungkin saja kamu malah membiarkan malware tersebut untuk terinstall di dalamnya." So Klikers, jadilah pemain game yang cerdas. =D
Robert Bowling Resmi Mundur dari CM Call of Duty

Activison kembali ditinggalkan punggawanya setelah Robert Bowling memutuskan meninggalkan jabatan sebagai creative strategist di Infinity Ward yang selama ini menggarap franchise game Call of Duty. Bowling atau yang juga populer dengan nickname 402 (ForZeroTwo) mengkonfirmasi keputusannya melalui akun twitternya dan kini resmi berhenti dari Activision.

Bowling bergabung ke Activision sebagai community manager pada 2006 silam berhasil merepresentasikan franchise Call of Duty kepada para gamer khususnya fans setianya, di berbagai media. Dan, peran Bowling semakin signifikan, terlebih ketika dua figur pendiri Infinity Ward Jason West dan Vince Zampella meninggalkan Activision di tahun 2010.

Activision juga telah mengkonfirmasi berita pengunduran diri Robert Bowling. "Kami sangat berterima kasih dan memberi apresiasi atas dedeikasi Robert selama ini. Ia telah menjadi anggota kehormatan di Team Infinity Ward. Kami berharap yang terbaik atas keputusannya ini."
Infinity Ward Mengancam, Gamer Melawan

Satu lagi kejadian yang sedikit banyak mirip dengan apa yang menimpa Capcom baru-baru ini. Walaupun modelnya tidak jauh berbeda, tapi tetap saja mendapatkan kecaman dari gamer. Developer Modern Warfare 3, Infinity Ward, baru saja mengancam akan mem-ban siapa saja yang mencoba menggunakan glitch yang terdapat di DLC game tersebut.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Robert Bowling, creative strategist Infinity Ward melalui twitter: “Ada glitch di Black Box yang memungkinkan kamu untuk pergi ke bawah map. Perbaikannya sudah dalam pengerjaan dan akan diluncurkan hari Jumat. Jangan eksploitasi, karena kami akan melakukan banning.” Posting tersebut langsung diserang habis-habisan oleh gamer. Mereka menuduh developer tersebut memberikan hukuman pada gamer atas kesalahannya sendiri.

“Tidak seharusnya melakukan banning pada gamer karena kesalahan kamu sendiri. Biarkan mereka bersenang-senang, tapi cepatan dan bereskan,” balas salah satu follower twitternya. “Perusahaan besar memberikan ban karena meluncurkan sebuah map yang rusak. Saya yakin kamu bisa tidur dengan baik ketika mengetahui bahwa kamu mengeluarkan banning yang benar-benar omong kosong,” tulis twitter lain.

Nah, bagaimana menurut Klikers? Apakah Infinity Wards boleh melakukan banning seperti itu? Atau mungkin Klikers punya opini pribadi?
Bukti Kreativitas Tingkat Tinggi Gamer Hardcore

Kemampuan artistik seorang manusia memang tiada akhirnya. Ada yang jago sekali dengan menggunakan alat lukis, ada yang jago dengan pensil dan ada juga yang jago dengan alat ukir. Tapi kalau dalam dunia game, ada yang punya kemampuan lebih unik lagi. Dirinya menggunakan salah satu bumbu dapur yang kerap kali kita gunakan untuk memberi rasa asin pada makanan yang kita masak, yakni GARAM. Lah, caranya gimana?

Inilah kemampuan seorang Bashir Sultani, seorang gamer yang mahir sekali membuat gambar-gambar dari game hanya dengan mengandalkan satu alas, garam berwarna serta alat bantu kecil lainnya yang terbuat dari plastik. Di video yang kami berikan di bawah ini, diperlihatkan bagaimana seorang Bashir, menggambar wujud seorang prajurit khas Modern Warfare 3 dan hasilnya benar-benar sangat mengagumkan.

Suatu karya yang tentunya sangat mengagetkan, lantaran hasilnya memang tidak kalah dengan hasil cat ataupun goresan tangan. Tapi salah satu kelemahan dari seni ini adalah pemborosan terhadap garam. Apakah saat ia kekurangan garam, ia akan menggantinya dengan yang lain? Lada mungkin? Kalau lada, kami rasa kecil kemungkinan. Pasalnya, salah sedikit saja, dirinya akan bersin-bersin tujuh turunan dan tidak bisa berhenti. Gawat kan? Sedangkan kalau gula, agak riskan juga. Pasalnya, kalau saat ia membersihkan dan tidak bersih, hasilnya adalah kerumunan semut yang siap menghabiskan… gula. =P

Sedangkan garam, pernah ada kepercayaan kalau seseorang menjatuhkan garam, dirinya akan kena sial untuk waktu yang cukup lama. Tapi kalau kita melihat bagaimana Bashir menghabiskan garam disini, kok gak ada kesialan apa-apa yah? Malahan dirinya makin terkenal tuh. Tampaknya mitos tersebut sudah bisa kita kesampingkan Klikers! Nah, mumpung ia menggunakan garam sebagai media kreativitasnya, bagaimana kalau suatu saat nanti kita meminjam garamnya itu untuk keperluan dapur? Dengan kata lain, untuk memasak saja? Salut untuk Bashir Sultani dengan kemampuannya yang mumpuni itu. =D
Modern Warfare 3 Segera 'Kebanjiran' DLC Dalam Waktu Dekat

Setelah kita dibikin ngiler dengan sejumlah informasi yang bikin penasaran, akhirnya penjelasan mengenai gelombang pertama DLC untuk Call of Duty: Modern Warfare 3 mulai dijelaskan. Bukan hanya dijelaskan saja, tapi tanggal peluncurannya telah diumumkan dan dipastikan akan segera diluncurkan dalam waktu dua minggu lagi.

Bagian pertama dari apa yang disebut oleh Activision sebagai Modern Warfare 3 Content Season untuk Call of Duty Elite akan dimulai pada tanggal 24 Januari 2012. Peluncuran DLC ini akan terus berlanjut hingga bulan September (total ada sembilan bulan) dengan minimal ada sekitar 20 DLC yang akan diluncurkan selama sembilan bulan itu. Konten akan diluncurkan minimal sekali setiap bulannya, tapi sayangnya konten tersebut hanya bisa diakses oleh para pelanggan Call of Duty Elite saja. Sedangkan gamer yang tidak berlangganan (dengan membayar US$50 per tahun) Elite kelas Premium, harus menunggu dengan tabah dan sabar untuk mendapatkan paket DLC tersebut setiap beberapa bulan sekali.

Tidak seperti peluncuran DLC Call of Duty sebelumnya, Modern Warfare 3 akan mendapatkan lebih dari sekedar map-map multiplayer, tapi juga akan mendapatkan mode-mode permainan baru serta misi-misi Spec Ops yang tidak kalah serunya. Kalau melihat pada bukti yang ada sekarang ini, mungkin agak sedikit meragukan, karena dua konten pertama yang diluncurkan hanyalah map multiplayer tradisional baru yang bisa digunakan dalam mode Survival. DLC selanjutnya akan diluncurkan di pertengahan bulan Februari 2012 dan dua lagi DLC lain akan hadir di bulan Maret 2012. Yah, mungkin kita harus berpegangan saja pada janji Activision.

Well, semuanya ini bisa didapatkan oleh para pelanggan Call of Duty Elite di Xbox Live. Activision sendiri tampaknya sengaja untuk tidak memberitahukan kapan DLC tersebut akan hadir di platform lain. Sayangnya, ada yang sedikit tidak adil disini. Gamer di PS3 yang telah membayar biaya yang sama setiap tahunnya untuk menggunakan jasa Elite, tidak bisa mendapatkan akses lebih awal lantaran adanya kerjasama eksklusif antara Microsoft dengan Activision. Sedangkan gamer PC justru lebih sial lagi, lantaran tidak tahu kapan kira-kira akan mendapatkan DLC. Pasalnya, mereka bahkan tidak mendapatkan kesempatan untuk berlangganan Call of Duty Elite di PC (bukannya tidak mau, tapi memang tidak ada layanannya).

Nah, di bulan Maret 2012 nanti, Modern Warfare 3 Content Collection yang muncul dalam bentuk paket DLC tradisional ini akan bisa didapatkan oleh seluruh gamer, dengan isinya yang masih dirahasiakan.
Modern Warfare 3 Hadir di iPhone, Android Menyusul

Activision Blizzard akhirnya mengkonfirmasi kehadiran game Call of Duty Elite sebagai mobile app di iPhone. Berita bagus buat fans Call of Duty Modern Warfare3 yang sekaligus bisa menikmati fitur layanan social networking mulai Selasa, 10 Januari 2012, dan rencananya akan disusul versi Android seminggu kemudian.
COD untuk versi iPhone akan menyediakan layanan jejaring sosial, fitur yang telah tersedia di Xbox Live dan PlayStation Network sejak November silam.

Sejatinya, Activision merilis COD untuk smartphone di penutupan 2011, namun tertunda lantaran kendala teknis berkaitan dengan beragamnya device dan tingginya jumlah gamer. Activision pun melakukan sejumlah penyesuaian seperti akses untuk login ke game.

Seperti Klikers lihat pada gambar di atas, COD versi mobile masih menyajikan akses dan informasi yang kurang lebih sama dengan versi konsol. Gamer bisa melihat career stats (multiplayer), performance dalam beberapa matches — termasuk "heat maps" yang menunjukkan dimana kamu "got killed" di peta.
Satu fitur Lainnya yang tak kalah penting adalah stats of a friend, sebagaimana game tag di Xbox Live dan Sony PlayStation Network ID. Kamu bisa mencari results of games dan scoreboards, juga melihat “player cards",berisi informasi data user di setiap match.
Gamer juga bisa mengedit “custom classes” ataupun weapon equipment :grenades, attachments dan special capabilities.
Pembedanya, selesai mengedit custom classes di save, akan muncul box layar sesaat setelah kamu log in di konsol. Itu menunjukkan kalau kamu baru saja melakukan perubahan via mobile app.
Versi mobile app ini tersedia dan bisa didapatkan di Apple Store (kamu tidak perlu menjadi premium paid member COD).
“Kami selalu mengapresiasi platform mobile sebagai bagian dari rencana game Call of Duty Elite,” ujar Chacko Sonny, Head of Beachhead Studios. "Tentu akan sangat baik jika dapat memberi kesempatan bagi para fans akses dan bermain COD di mana saja," imbuhnya.

Sanksi Banned MW 3 yang Ciutkan Nyali Cheater

Developer Infinity Ward memberi peringatan keras bagi para player Modern Warfare 3 yang coba-coba melakukan cheat, unlegitimate efforts sampai "perbuatan tidak menyenangkan" terhadap player lain. Siapapun yang coba-coba melewati parameter ini harus siap menghadapi sanksi banned yang tak tanggung-tanggung. Yeap! Meski berlabel "banned temporary", sesungguhnya hukuman larangan bermain itu berlaku selama 5.000 hari! Jelas cukup menciutkan nyali, pasalnya masa hukuman itu sama artinya "mendepak" para cheater dari MW 3, sebab mereka baru bisa kembali login dan bermain setelah 13,5 tahun kemudian!

Robert Bowling selaku Creative Strategist di Infinity Ward mengkonfirmasi hal ini dan menunjukkan bukti sebuah akun player yang telah di-banned. "Ini hal yang sangat serius. Jika anda mendapat pesan (perma) banned, artinya anda telah melakukan sesuatu yang tidak baik," ujarnya singkat. Sebagian player mempertanyakan dasar perhitungan masa hukuman ini, yang dianggap "keterlaluan". Bowling hanya bisa merujuk mereka untuk menyimak baik-baik postingan Why Was I Banned di forum Xbox, seraya menunjukkan screenshot berikut:

Sebagaimana terlihat, akun dengan nama player yang sengaja disembunyikan ini baru menjalani masa hukuman 2 hari. Jika kini ia berusia 13 tahun, ia baru bisa bermain kembali ketika berumur 26 tahun.
Langkah Modern Warfare 3 Yang Kian Mantap

Oke. Kali ini, tidak peduli apapun pernyataan miring yang dilontarkan oleh publisher ataupun gamer, Modern Warfare 3 benar-benar mengundang decak kagum dan kesuksesannya telah melebihi game-game FPS manapun yang pernah ada (paling tidak untuk saat ini). Sebelumnya, tercatat kalau game ini sudah berhasil terjual sebanyak 6.5 juta unit hanya di hari pertamanya saja (di Amerika dan Inggris). Walaupun sebelumnya sempat disebutkan kalau Battlefield 3 akan mampu mencuri momentum yang telah dipegang oleh Call of Duty semenjak Modern Warfare 2, tapi dugaan tersebut ternyata kurang tepat.

Memang benar, Battlefield 3 memiliki performa yang cukup bagus di pasaran. Terbukti, pada bulan Oktober, game ini menjadi game yang paling laris manis di Amerika dan menjadi game ketiga yang laris manis di bulan November. Tapi pencapaiannya itu masih belum bisa mendekati Modern Warfare 3 yang kini berhasil mencapai rekor saudara seperjuangannya sendiri, Black Ops. Electronic Arts tampaknya harus berusaha keras sekali untuk bisa benar-benar mencuri momentum Call of Duty. Mungkin yang diakui oleh petinggi EA (Peter Moore) baru-baru ini, bahwa mereka berhasil mencuri momentum dari Call of Duty, itu hanya ampasnya saja kali yah? XD

Menurut informasi yang dikeluarkan oleh Activision baru-baru ini, disebutkan kalau penjualan Modern Warfare 3 telah berhasil melebihi angka US$1 miliar hanya dalam kurun waktu 16 hari saja. Rekor ini bahkan berhasil mengalahkan rekor yang dicapai oleh salah satu film terbagus dan tersukses yang pernah dikembangkan, Avatar, dimana saat itu, dibutuhkan waktu 17 hari untuk bisa mencapai angka US$1 miliar. Wow.

Well, sebenarnya itu bukan kali pertama franchise Call of Duty mampu mencapai angka segitu. Black Ops juga disebutkan telah berhasil mencapai penjualan sebesar US$1 miliar, hanya saja tidak secepat yang dilakukan oleh Modern Warfare 3. Kesuksesan pun berhasil diraih oleh layanan terbaru yang dikeluarkan oleh Activision, Call of Duty Elite, dimana dikatakan kalau terdapat sekitar enam juta gamer yang telah melakukan registrasi semenjak layanan ini diluncurkan. So, bagaimana pendapat Klikers? Pantaskah Modern Warfare 3 disebut sebagai kaisar di dunia game FPS apabila dibandingkan dengan Battlefield 3 atau game-game FPS lain yang ada?
EA: Battlefield 3 Berhasil Curi Perhatian Gamer Modern Warfare

Jejak yang ditinggalkan oleh Call of Duty: Modern Warfare 3 memang cukup dalam, sampai-sampai game ini mampu menembus hampir semua rekor yang pernah dibuat oleh pendahulunya dan juga saudaranya, seperti Modern Warfare 2 dan Black Ops. Lalu bagaimana dengan nasib Battlefield 3 yang sering sekali dijuluki sebagai pesaing terberat Call of Duty: Modern Warfare 3? Sejujurnya, game tersebut juga cukup bagus, tapi tampaknya pengaruhnya ke dunia game masih belum sekuat Modern Warfare. Tapi tidak demikian menurut Peter Moore, Chief Operating Officer di Electronic Arts yang mengatakan kalau Battlefield 3 berhasil mencuri momentum dari Modern Warfare 3.

“Ini masih awal sekali dan kita baru sebulan lebih (semenjak meluncurkannya) – kami merasa optimis sekali dengannya,” jelas Moore. “Ada dua pihak yang mendapatkan keuntungan dari Call of Duty dan Battlefield yang masuk ke pasaran, yakni gamer dan industri game. Bersama-sama, kita telah membesarkan genre tersebut. 10 juta unit Battlefield 3 berhasil terjual dan ada lima juta di antaranya tidak muncul begitu saja – kalau kita belum mendapatkan bagian, itu berarti dalam minggu pertama saja, kita sudah mendapatkan tambahan sebanyak lima juta gamer FPS baru.”
“Saya rasa saat semua keributan ini sudah selesai, mungkin saat kita melihat pada akhir tahun fiskal kami, kita akan melakukan analisa dan saya rasa kita sudah berhasil merebut sedikit pangsa pasar,” kata Moore. “Saya rasa itu sudah tidak perlu diragukan lagi, kecuali kalau semua yang dijual oleh Battlefield 3 sifatnya bertahap.”

Sebuah tanda kalau Electronic Arts masih yakin bahwa suatu waktu nanti, Battlefield akan bisa merebut tahta yang hingga kini masih diduduki oleh Modern Warfare. Memang dugaan tersebut bukannya tidak mungkin terjadi. Selama beberapa waktu terakhir, redaksi Klikgame sudah berulang kali melakukan peninjauan ke forum-forum di luar sana dan terlihat ada banyak sekali gamer-gamer yang sudah mulai jenuh dengan Modern Warfare 3 dan menyambut kehadiran Battlefield 3 dengan tangan terbuka. Alasan jenuhnya cukup sederhana. Mereka menyebutkan kalau Modern Warfare 3 ini lebih cenderung seperti penerus Modern Warfare 2 karena hampir tidak ada perubahan pada grafis. Jadi kurang lebih, gamer mengeluarkan uang untuk memainkan game yang sebenarnya mirip.
Beda halnya dengan Battlefield 3 yang memberikan atmosfer berbeda. Mungkin sekarang masih belum terlalu terdengar, tapi bukan tidak mungkin Battlefield 3 bisa merobek catatan rekor yang dimiliki oleh Modern Warfare. Siapa juga yang ingin terus-terusan memainkan game dengan model permainan yang tidak jauh berbeda kan? Nah, satu-satunya cara bagi Activision untuk menanggulangi hal ini adalah mencoba untuk berinovasi dan tidak lagi menelurkan game yang mirip dengan pendahulunya. So, mari kita lihat, bagaimana hasil akhir dari persaingan sengit antara Activision dengan Electronic Arts. =D

Sledgehammer Games Mulai Rekrut Orang Untuk CoD Baru

Seakan ingin menegaskan komitmen untuk meluncurkan Call of Duty secara teratur setiap tahun sekali, Sledgehammer Games mengumumkan bahwa mereka sedang mencari orang untuk membantu mengembangkan Call of Duty terbaru. Disebutkan bahwa mereka sedang mencari seorang Senior Online Engineering untuk mengerjakan game Call of Duty baru.

Dikatakan lagi dalam lowongan pekerjaan tersebut kalau Sledgehammer Games sedang mencari seorang Online Engineer yang benar-benar jago dalam bidangnya untuk memastikan bahwa mereka bisa menciptakan sebuah pengalaman bermain online dan membawanya ke sebuah tahapan baru. Kandidatnya nanti akan terlibat dalam pengembangan fitur multiplayer dan komunitas online untuk game yang masih belum diumumkan hingga sekarang ini.

Sejauh ini, masih belum ada kepastian apa yang akan menjadi game selanjutnya di franchise Call of Duty. Ada rumor yang mengatakan kalau game barunya ini akan menjadi sekuel dari Black Ops, walaupun rumor ini masih belum dikonfirmasikan sama sekali. Kalau sebelumnya, sempat muncul kabar kalau setting baru untuk Call of Duty baru ini adalah luar angkasa. Mungkinkah nantinya game ini tidak akan lagi menceritakan perang di bumi, tapi malah menjadi perang bintang layaknya film Star Trek? Kita lihat saja nanti. =P

Untuk sekedar informasi, Sledgehammer Games adalah perusahaan yang berada di balik terciptanya Call of Duty: Modern Warfare 3 yang sukses besar itu. Mengingat Modern Warfare 3 baru dikeluarkan, tampaknya kecil kemungkinan kalau mereka akan mengembangkan Modern Warfare 4. Justru akan lebih masuk akal apabila mereka mengembangkan Call of Duty: Black Ops baru yang telah diluncurkan pada tahun 2010. Bagaimana menurut Klikers?
Status Founder Tinggal Sehari Lagi!!!

Masih ingin mendapatkan status sebagai Founder di Call of Duty Elite? Kalau mau, Klikers hanya punya waktu satu hari saja sebelum status tersebut berhenti diberikan oleh Activision pada seluruh Klikers yang sudah registrasi di Call of Duty Elite (harus jenis Premium). Ya, batasnya adalah tanggal 30 November 2011 ini dan setelahnya, kalian tidak akan lagi mendapatkan status tersebut.

Lalu apakah itu berarti di masa mendatang, status ini tidak akan bisa kalian dapatkan lagi? Sebenarnya tidak. Klikers masih tetap bisa mendapatkannya, hanya saja biayanya akan lebih besar dibandingkan dengan registrasi sekarang. Kenapa begitu? Karena kalian harus menebus voucher yang kalian dapatkan di Call of Duty: Modern Warfare 3 Hardened Edition (sebuah paket yang dibanderol dengan harga US$99 atau nyaris satu juta rupiah). Pilih mana? =D

Anyway, Dan Amrich selaku social media manager di Activision kembali memberitahu apa saja yang bisa didapatkan kalau kalian mendapatkan status Founder.
• Sebuah gelar eksklusif di Modern Warfare 3 berupa logo Elite berwarna hijau.
• Sebuah emblem eksklusif di Modern Warfare 3 berupa tengkorak warna perak.
• Sebuah camo senjata eksklusif di Modern Warfare 3: Winter, sebuah camo senjata snow woodland yang bisa digunakan di seluruh senjata kalau sudah kamu buka.
• Sebuah kelompok diskusi pribadi di bagian Elite Connect.
• Sebuah icon tengkorak berwarna hijau dan latar belakang untuk profil-mu yang tidak akan bisa kamu dapatkan di manapun.
• 500 clan XP yang bisa membantu agar level klan kamu bisa meningkat dengan cepat dan secara otomatis akan mendapatkan lebih banyak lagi barang-barang menarik untuk semua yang ada di dalam klan.
• Kompetisi dan hadiah eksklusif yang hanya bisa diikuti oleh Klikers dengan status Founder.

“Mohon diingat, status Founder ini adalah sesuatu yang permanen dan tidak akan hilang biarpun kamu memutuskan sudah tidak akan melanjutkan berlangganan lagi tahun depan,” tulis Amrich. “Logo tengkorak berwarna hijau akan muncul di profil Carreer untuk selamanya dan memberitahukan kepada dunia bahwa kamu adalah satu dari sekian banyak orang yang pertama kali bergabung dengan Elite. Semuanya ini mengenai status.”

Kemudian Amrich menambahkan lagi, bahwa semua keuntungan yang telah disebutkan di atas, baru akan muncul paling maksimal 48 jam setelah kamu berlangganan. Tapi tidak perlu khawatir, karena kalau kamu sudah mengaktifkan account kamu sebelum akhir bulan November 2011, Klikers akan tetap mendapatkan semua yang telah disebutkan di atas. Tapi kalau sudah melewati batas waktunya, kalian sudah tidak akan bisa mendapatkannya.
Activision Keluhkan Tidak Adilnya Dunia Pada Industri Game

Tidak ada satupun orang di dunia yang menyukai kekerasan. Tapi dalam dunia hiburan, kekerasan tampaknya justru menjadi daya tarik utama bagi para gamer. Ambil contoh paling nyata pada Call of Duty: Modern Warfare 3 dan juga Battlefield 3 yang menggambarkan kericuhan yang ditimbulkan akibat perang besar-besaran. Satu kota hancur lebur hanya karena ulah para pasukan yang merajalela dengan senapan mereka dan hanya ada satu tujuan di pikiran mereka. Bagaimana caranya menghabisi musuh yang ada di hadapan mereka dan mengembalikan kedamaian dunia. Tapi ironisnya, justru yang terjadi adalah kehancuran massal dan tampaknya tidak mungkin ada kedamaian kalau seisi dunia hancur.

Oke, kembali lagi ke topik utamanya, kekerasan bisa dikatakan sudah melekat pada dunia game dan film. Tapi kalau diperhatikan lagi, entah kenapa, dunia game selalu lebih disorot apabila terjadi sebuah kekerasan. Perhatikan bagaimana dulu Grand Theft Auto sering sekali menjadi kambing hitam kalau terjadi insiden seseorang yang menembak membabi buta di sekolah atau melakukan pencurian mobil dengan gaya yang meniru aksi-aksi protagonis di Grand Theft Auto. Sedangkan dalam konteks Modern Warfare 3, kota-kota besar hancur akibat serangan pasukan, baik itu udara maupun darat. Kadang, ada juga penduduk yang tak berdosa yang menjadi tumbalnya. Nah, untuk menghindari kecaman yang akan muncul dari kalangan media nantinya, game ini pun memberikan sebuah peringatan bahwa ada beberapa adegan dalam game ini yang tidak cocok untuk konsumsi kalangan tertentu (dalam hal ini, anak kecil). Tapi justru itu dibutuhkan untuk bisa mengeksploitasi emosi dalam diri gamer dan mendapatkan perhatian dari para media.
Menurut Activision, perilaku yang menyudutkan game ini sama sekali tidak adil. Menurut CEO divisi publishing perusahaan tersebut, Eric Hirshberg, seharusnya game dianggap memiliki nilai yang setara dengan film, yang justru lebih sering memperlihatkan adegan peperangan dan konflik. Ia memberikan komentar demikian, “Ada kesan kalau game itu jauh lebih mudah untuk mengeksploitasi orang, tidak seperti The Hurt Locker (yang juga didesain khusus untuk hiburan). Saya rasa, sebenarnya semua itu seni dan saya rasa kriteria terlalu dini tidak bisa diterapkan pada Green Zone. Atau United 93. Pasti ada waktunya dimana kita menatap kebelakang dan merasa aneh kalau sebuah game dianggap kontroversial. Saya rasa bahan dasar aktif yang bisa merubah perangai seperti itu hanyalah waktu.”

Kemudian ia menambahkan lagi, “Sang produser sama sekali tidak menciptakan The Hurt Locker sebagai sebuah layanan untuk publik belaka; mereka menceritakan sebuah cerita yang menurut mereka memang patut untuk diceritakan. Itu merupakan bagian dari hiburan yang mereka jual. Tapi, hal tersebut sama sekali tidak dipandang sebagai sebuah eksploitasi. Justru film tersebut dipandang sebagai cara interpretasi dan komentar yang artistik untuk kejadian yang ada sekarang. Proses kreatif dalam menciptakan film dan membuat game itu sama, tapi perlakuan yang diterima berbeda.”
“Selama ini, narasi dari Call of Duty selalu melibatkan mengenai orang baik dan orang jahat, dan ada juga persaudaraan, perjalanan dan pertempuran. Saya tidak merasa itu sebagai sebuah dakwaan. Itu adalah sebuah pilihan, sebuah pilihan yang mungkin tidak bisa disebut sebagai sastra, tapi lebih terorientasikan ke aksi dalam hal pondasinya. Saya tira merasa kalau itu berarti struktur narasi Call of Duty punya kekurangan. Saya bisa menyebutkan ratusan film lain yang tidak mirip seperti Black Hawk Down, tapi kamu tidak pernah mempertanyakan mengenai kepahlawanan dan keberanian dan aksi serta semua tindakan-tindakan yang ekstrim dalam pertempuran. Kami telah menceritakan kisah-kisah yang ingin diceritakan oleh para developer. Saya tidak merasa kami telah membuat pilihan dengan cara menghindari ataupun mengharapkan adanya komentar. Kisah dan karakternya terungkap dengan niat baik dari developer kami.”

Nah, ada yang setuju dengan pendapat Hirshberg bahwa film dan game itu seharusnya diperlakukan setara? Karena apa yang dikatakan oleh Hirshberg ini sangatlah masuk akal. Kenapa film yang memperlihatkan elemen cerita yang sama (dengan peperangan yang penuh darah dan mayat bergelimangan dimana-mana), justru tidak pernah diprotes. Sedangkan adegan dalam game yang menggambarkan pembunuhan massal (ingat lagi bagaimana Call of Duty: Modern Warfare 2 sempat dituduh sebagai alasan terjadinya peristiwa pengeboman di sebuah bandara), malah terus mendapatkan kecaman.
Kehebatan Modern Warfare 3 Menembus Gamer Jepang

Modern Warfare 3 sekarang tampaknya sedang menjadi pusat dari seluruh kegiatan game online di dunia dan terbukti, game ini mampu menghasilkan uang sebesar US$775 juta bagi Activision hanya kurang dari waktu seminggu. Sebuah fakta yang memang cukup mengejutkan, tapi, bila dibandingkan dengan fakta yang satu ini, fakta pertama pun akan terdengar seperti sebuah kisah yang sangat biasa.

Kenapa begitu? Oke, kami coba jelaskan. Pertama kali kita mendengar Modern Warfare 3, tentu saja yang menjadi asumsi kita adalah bahwa gamer yang memainkannya mayoritas berasal dari Amerika dan Eropa. Tapi percaya atau tidak, game ini ternyata juga berhasil menyedot minat gamer di Jepang dengan total penjualannya sebanyak 180,327 unit untuk PlayStation 3 dan itu berhasil dilakukan hanya dalam kurun waktu seminggu saja, yakni dari tanggal 14-20 November 2011. Kalau ditambah dengan versi Xbox360 yang terjual sebanyak 30,467, maka itu berarti totalnya adalah 210,389 unit hanya pada minggu pertamanya.

Mungkin Klikers menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang tidak terlalu mengejutkan. Tapi ada faktor lain yang menyebabkan fakta ini terasa mengejutkan. Tahu game Ki No Kuni? Nah, game yang satu ini termasuk salah satu game RPG baru yang paling difavoritkan akan menjadi game terlaris di Jepang, layaknya kacang goreng. Tapi kenyataannya, penjualan game eksklusif PS3 dari Level-5 ini hanya mencapai angka 67,000 unit saja di minggu pertamanya yang kebetulan juga merupakan minggu yang sama dengan saat Modern Warfare 3 diluncurkan.

Padahal selama ini, gamer Jepang selalu identik dengan penggemar game RPG dan jarang sekali menyentuh game-game dengan genre lain. Anggap saja hal ini sebagai sebuah kejadian pengkotak-kotakkan minat sebuah negara, tapi memang itulah fakta yang ada sekarang. Tapi siapa yang menyangka kalau Modern Warfare 3 pun berhasil merubah sudut pandang gamer di Jepang? Salut kepada Activision yang berhasil melakukannya dengan sukses. ^__^
Modern Warfare 3 Kembali Tembus Rekor Baru

Electronic Arts tampaknya harus angkat topi pada pencapaian yang berhasil didapatkan oleh Activision dengan Call of Duty: Modern Warfare 3. Walau memang sempat bermasalah dengan peluncuran Call of Duty Elite (itupun karena terlalu membludaknya jumlah gamer yang mencoba mengakses game tersebut, bukan karena masalah lainnya), tapi hal ini tidak mencegah penjualan yang sangat tinggi, seperti yang telah dibuktikan dengan jumlah yang diungkapkan oleh GameStop baru-baru ini. “Dalam hal Call of Duty: Modern Warfare 3, kami telah bekerja sama dengan Activision, Sony dan Microsoft untuk melakukan pre-order dan menjual sebanyak 600,000 instansi Modern Warfare Elite DLC hingga sekarang ini,” jelas presiden GameStop, Tony Bartel. “Hal tersebut secara otomatis menempatkan peluncuran Elite sebagai salah satu dari 10 peluncuran tertinggi di tahun 2011 sejauh ini.”

Bagi yang tidak tahu apa itu Call of Duty Elite, ini merupakan sebuah layanan yang diluncurkan oleh Activision, yang sifatnya gratis dan juga berbayar, bersamaan dengan Modern Warfare 3 minggu lalu. Gamer yang tidak ingin membayar apapun untuk layanan tersebut, masih tetap bisa menggunakan layanan tersebut untuk melacak status dan membandingkan statusnya masing-masing dengan para temannya, menciptakan leaderboard hasil kustomisasi, menganalisa heat maps dan performa senjata, bergabung dengan grup, menciptakan klan dan masih banyak lagi yang lainnya. Sedangkan bagi gamer yang berlangganan (dengan membayar US$49.99 pertahunnya), bisa mengakses seluruh map pack yang bisa di-download, tempat penyimpanan tambahan untuk semua video-video hasil replay, akses ke turnamen harian (dimana mereka juga bisa memenangkan hadiah), Elite TV dan masih banyak lagi yang lainnya.
Nah, seperti yang sudah disebutkan di atas, Elite memang mengalami sedikit masalah. Saat itu, gamer yang ingin mengakses layanan tersebut mengalami kesulitan, mulai dari login, registrasi dan penggunaan layanan yang disediakan. Untuk memberikan ganti rugi atas masalah tersebut, Klikers yang registrasi di Elite hingga akhir bulan ini, akan mendapatkan status sebagai Founder dan akan mendapatkan satu bulan gratis untuk menggunakan layanan Elite tersebut.

Di luar kesuksesan Elite yang gila-gilaan, Modern Warfare 3 sendiri juga terus memecahkan rekor yang ada. Sejauh ini, game tersebut sudah terjual sebanyak 6.5 juta unit, dengan total pendapatan sebesar US$400 juta di hari pertamanya untuk wilayah Amerika dan Inggris saja. Lalu, sekarang ditambah lagi dengan pengumuman baru dari Activision bahwa gamenya itu baru saja memecahkan rekor baru lainnya. Rekor yang berhasil mereka pecahkan adalah total penjualan selama lima hari berturut-turut dengan total pemasukannya sudah lebih dari US$775 juta, melewati angka US$650 juta yang sebelumnya dicapai oleh Black Ops tahun 2010 kemarin dan US$550 juta yang dicapai oleh Modern Warfare 2 di tahun 2009.
“Dengan penjualan mencapai angka US$775 juta untuk Modern Warfare 3 di lima hari pertamanya, Call of Duty telah berhasil menjadi sebuah properti hiburan pertama dalam sejarah yang bisa memecahkan rekor peluncuran selama tiga tahun berturut-turut melalui berbagai jenis hiburan yang ada,” kata CEO Activision Blizzard, Bobby Kotick. “Hingga kini, penjualan franchise Call of Duty telah melebihi angka US$6 miliar di seluruh dunia, yang berhasil membuat Call of Duty menjadi salah satu properti yang paling berharga di seluruh dunia.”

Masih belum selesai sampai disini, rekor Modern Warfare 3 ternyata masih berlanjut di Xbox360. Menurut Activision, total sudah ada lebih dari tujuh juta jam yang digunakan untuk memainkan mode multiplayer pada tanggal 8 November 2011 (tepat saat Modern Warfare 3 diluncurkan), meningkat 19% dibandingkan dengan penjualan Black Ops yang waktu permainan onlinenya mencapai angka 5.9 juta jam. Sama halnya dengan total orang yang memainkan Modern Warfare 3 di hari pertamanya yang berhasil mencapai 3.3 juta orang sekaligus, meningkat jauh dibandingkan dengan saat Black Ops pertama kali diumumkan, dengan total 2.6 juta orang yang memainkannya. Kalau melihat kondisi, tampaknya dominasi Call of Duty masih belum mampu digeser oleh Battlefield nih. =D
Belum Sempurna, Elite Versi PC Terpaksa Ditunda

Pagi ini, dunia game sempat digemparkan dengan sebuah tweet yang menyebutkan kalau kemungkinan besar Call of Duty Elite tidak akan hadir di PC. Tapi tenang dulu, wahai Klikers yang budiman. Pasalnya, dari update terbaru, disebutkan kalau layanan online terbaru dari Activision yang bertugas untuk memberikan layanan tambahan bagi gamer Call of Duty: Modern Warfare 3 seperti melihat statistik permainan, membandingkan statistik permainan kamu dengan gamer lain dan masih banyak lagi tambahan lainnya, akan tetap hadir di PC. Hanya saja masalahnya adalah, KAPAN pastinya tidak bisa dipastikan…

Mungkin penyebab kenapa sampai Elite tidak punya kepastian disini adalah karena layanan tersebut diluncurkan dengan dilengkapi masalah yang lumayan pelik. Tapi paling tidak masalah tersebut berhasil membuktikan bahwa memang banyak sekali gamer yang antusias dengan layanan tersebut saat Modern Warfare 3 diluncurkan. Ya, Elite yang awalnya diprediksi akan bisa menampung jumlah gamer yang ikutan di layanan ini, ternyata malah kewalahan menghadapi jumlah gamer yang membludak dan akhirnya menyebabkan beberapa masalah timbul pada layanan tersebut, mulai dari kesulitan untuk melakukan registrasi, login ataupun melakukan akses ke beberapa fitur yang telah dijanjikan.
Nah, karena masalah yang menimpa Elite di konsol, akhirnya versi PC pun terpaksa ditunda dan isi twitter inilah yang lantas membuat gamer-gamer sedunia mungkin langsung berpikir kalau kesempatan mereka untuk bisa merasakan fitur-fitur eksklusif dari Elite di PC. “Kami sedang bekerja keras pada layanan Elite secara keseluruhan, tapi kami tidak bisa menjamin kalau ataupun kapan Elite akan muncul di PC,” isi sebuah twitter menggunakan account Call of Duty Elite. Hal tersebut langsung menyebabkan munculnya kemungkinan kalau versi PC tidak akan pernah terjadi sama sekali. Tapi hal tersebut langsung dijernihkan dengan sebuah pesan twitter baru, “Kami salah bicara. Gol kami selama ini adalah menyajikan layanan PC yang gratis untuk ELITE. Tunggulah update terbaru karena masalah waktu masih dipertimbangkan.”

Oke, paling tidak layanan Elite di PC masih tetap akan terwujudkan, hanya saja mungkin bakalan sedikit lama. Lalu bagaimana dengan Elite yang sudah ada di konsol? Bagaimana kabarnya? Well, versi mobile untuk Elite masih belum ada kabar dan aplikasi tersebut untuk versi konsol masih sangat terbatas karena pihak Beachhead masih berusaha untuk membereskan masalah yang ada, tapi paling tidak seluruh fungsi-fungsi dasar dari layanan Elite ini bisa berfungsi dengan baik. Pasalnya, bagi gamer yang melakukan registrasi ke layanan Elite sampai sebelum akhir bulan November 2011 (dan akan mendapatkan julukan Founder), sudah bisa mengakses seluruh bonus yang dijanjikan oleh Activision karena ketidaknyamanan ini (salah satu bonus yang dijanjikan adalah tambahan penggunaan gratis layanan tersebut selama sebulan).
“Bagi kalian yang telah masuk ke dalam ELITE, kami telah menyempurnakan kestabilan untuk aplikasi konsol dan situs dan walau keduanya masih belum berjalan sempurna, kamu seharusnya sudah bisa melihat hasil kerja kami itu,” tulis update terbaru yang dikeluarkan. “Kami juga sedang bekerja keras untuk meningkatkan jumlah user yang bisa mengakses layanan tersebut secara bersamaan dan selama beberapa hari ke depan, kami akan mulai bekerja meningkatkan fungsi grup dan klan di bagian Connect. Kami telah menjalankan pengembangan yang cukup bagus, tapi kami menyadari bahwa masih ada banyak sekali pekerjaan yang harus dilakukan, sehingga semua gamer bisa mengakses Call of Duty ELITE kapanpun mereka mau.”

Sedangkan untuk versi mobile yang telah dijanjikan, tampaknya kita harus bersabar untuk sementara waktu. Dalam sebuah pesan tweet yang dituliskan, dijelaskan seperti ini, “Kami berencana untuk merilis aplikasi iOS/Android saat kami sudah merasa yakin bahwa layanannya akan bisa digunakan untuk menerima trafik tambahan. Tunggu saja."
Prototype Razer Blade Dicuri, Razer Takkan Tunda Peluncuran

Pencurian atas sebuah benda yang sifatnya masih prototype alias masih belum benar-benar sempurna, terus terjadi. Kalau sebelumnya sempat muncul informasi bahwa ada salah satu keping Modern Warfare 3 yang dicuri sebelum gamenya benar-benar diluncurkan, maka kali ini giliran dua buah laptop prototype yang dicuri dari laboratorium bagian riset dan pengembangan Razer yang berlokasi di San Francisco Bay Area pada tanggal 4 November 2011 kemarin. Menurut kabar yang ada, disebutkan kalau prototype yang hilang tersebut adalah Razer Blade.

“Seperti yang bisa kamu bayangkan, dikembalikannya unit prototype tersebut sangatlah penting bagi perusahaan,” tulis sebuah pernyataan yang ada di Facebook. “Kami sudah melaporkan kejadian ini pada pihak berwenang yang akan bekerja sama dengan kami untuk membereskan masalah ini. Kami selalu menanggapi masalah pencurian seperti ini secara serius dan benar-benar mengharapkan dikembalikannya laptop tersebut, serta meminta kepada siapapun yang ada di luar sana, untuk tidak membeli prototype Razer Blade dari sang pencuri, baik itu secara online ataupun cara lainnya, karena pada dasarnya, benda tersebut adalah benda curian.”

Tapi tampaknya pencurian tersebut tidak akan berpengaruh apa-apa pada tanggal peluncuran yang sudah direncanakan oleh Razer. Ya, pencurian yang baru diketahui pada 5 November 2011, terjadi dengan dugaan ada seseorang yang berhasil masuk ke dalam lobi kantor riset dan pengembangan Razer di Sabtu pagi. Hal ini dituturkan oleh Heathcliff Hatcher, director of global product marketing di Razer. Kemudian, ia menjelaskan lebih jelas lagi mengenai kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa sang pencuri membuka paksa pintu ke kantor dan mengambil dua buah prototype dari dua bagian yang berbeda di kantor, ditambah juga dengan sebuah laptop dan kamera digital. Sedangkan peralatan elektronik lainnya yang ada di kantor tersebut sama sekali tidak disentuh.

Salah satu prototype Razer ini dikabarkan sedang menjalani uji coba thermal dan setelah menemukan bahwa prototype tersebut sedang diuji coba, ia langsung mencabut peralatan pelacak yang terdapat pada prototypenya. Nah, kejadian pencurian seperti ini bisa dikatakan merupakan sebuah kejadian yang sangat umum. Tapi justru bagaimana insiden tersebut dikeluarkan ke khalayak umum lah yang menjadi pertanyaan. Rupanya, alasan utama kenapa mereka mengumumkan hal ini (selain berharap bisa mendapatkan kembali laptop uji coba ini), mereka juga berharap bisa mendapatkan data hasil uji cobanya. Lagipula, kedua laptop curian tersebut juga belum bisa digunakan sepenuhnya.

Sekarang ini, pihak yang berwenang sedang sibuk mencari petunjuk mengenai kejadian ini, tapi sayangnya, mereka sama sekali belum punya petunjuk mengenai siapa kira-kira yang bisa dijadikan sebagai tersangka. Hatcher menyebutkan bahwa sekarang ini pihak kepolisian sedang menunggu catatan penggunaan kartu keamanan yang digunakan pada minggu kemarin untuk masuk ke lobi bangunan. Pasalnya, sang pelaku berhasil melakukan kejahatan tersebut tanpa harus menjebol pintu masuk lobi. Hmm… Ada dugaan Klikers sekalian? =D
Sekali Lagi, Call of Duty Pecahkan Rekor Dunia

Franchise Call of Duty punya kebiasaan untuk selalu memecahkan rekor yang sudah pernah mereka pecahkan sendiri. Lihat saja pada dua game Call of Duty terakhir yang pernah diluncurkan seperti Call of Duty: Modern Warfare 2 yang diluncurkan pada tahun 2009, berhasil memberikan pemasukan sekitar US$310 juta pada hari pertamanya di Amerika dan Inggris. Setahun kemudian, giliran Black Ops yang menggeser posisi Modern Warfare 2 dengan total pemasukan sebesar US$360 juta pada hari pertamanya dan juga di kedua negara yang sama.

Kini, giliran Modern Warfare 3 yang melakukan penggeseran tersebut saat game ini diluncurkan di Xbox360, PlayStation 3, PC dan juga Wii. Tercatat, game ini berhasil terjual sekitar 6.5 juta unit dan berhasil memberikan pemasukan sekitar US$400 juta selama 24 jam pertamanya. Menurut Activision, hal ini sekali lagi bisa disebut sebagai salah satu peluncuran sebuah media hiburan terbesar yang pernah ada. Hal yang cukup mengejutkan, mengingat Modern Warfare 3 sebenarnya mendapatkan persaingan yang cukup ketat dari Battlefield 3.

“Kami percaya bahwa peluncuran Call of Duty: Modern Warfare 3 merupakan peluncuran media hiburan terbesar sepanjang masa di media manapun dan kami berhasil mencapai rekor ini dengan penjualan hanya di dua teritori saja,” jelas Bobby Kotick, CEO di Activision Blizzard. “Di luar Call of Duty, tidak ada lagi franchise hiburan lain yang mampu mencatat rekor penjualan selama tiga tahun berturut-turut. Penjualan Call of Duty hingga saat ini juga telah berhasil melampaui hasil penjualan film-film box office seperti Star Wars dan Lord of the Rings, dua dari franchise hiburan yang paling sukses sepanjang masa.”

Yah, peluncuran Modern Warfare 3 ini memang tidak diwarnai dengan kendala, terutama dari segi permainan online yang memang menjadi daya pikat paling tinggi di game ini. Satu-satunya kendala hanyalah saat Call of Duty Elite, layanan terbaru dari Activision untuk menyokong Call of Duty: Modern Warfare 3 ini, tidak mampu menampung user-user yang sangat teramat banyak itu (yang mana semakin memperlihatkan kalau franchise Call of Duty masih belum bisa dikalahkan, bahkan oleh Battlefield 3 sekalipun).
Percaya atau tidak, game setenar Modern Warfare 3 ini memiliki banyak sekali orang yang membencinya dan salah satu alasannya adalah karena masalah popularitasnya yang kian menggila. Tapi, walau ada begitu banyak yang membencinya, hal tersebut tidak lantas membuat ambisi Activision untuk membantu para veteran perang langsung surut. Ya, melalui sebuah kelompok non-profit yang diberi nama Call of Duty Endowment, Activision telah menyumbangkan uang sebesar US$3 juta bagi para veteran agar mampu mendapatkan pekerjaan setelah kembali dari membela negaranya. Itu masih ditambah lagi dengan US$2 juta yang telah didonasikan sebelumnya, hasil dari penjualan tiket untuk even Call of Duty XP yang dilaksanakan awal tahun 2011 kemarin. Nice work, chief!!
Terlalu Ramai, Layanan Elite Sempat Bermasalah

Peluncuran dua raksasa baru dalam dunia game, Battlefield 3 dan Call of Duty: Modern Warfare 3, sama-sama dilingkupi dengan sebuah masalah. Kalau Battlefield 3 harus bermasalah dengan server dan juga Origin, maka Modern Warfare 3 pun menghadapi masalah yang tidak jauh berbeda. Kejutan, apa yang mereka hadapi sekarang adalah masalah pada layanan Call of Duty Elite. Hanya saja, kalau dilihat-lihat kondisinya, tampaknya masalah di Modern Warfare 3 tidak sepelik masalah di Battlefield 3. Tapi yang namanya masalah, ya tetap saja masalah kan? =D

Elite merupakan sebuah layanan baru yang dipersembahkan oleh Activision kepada para user secara gratis. Kalau kamu ingin mendapatkan konten-konten eksklusif yang menarik, kamu juga bisa mendapatkannya dengan cara mendaftarkan diri untuk keanggotaan premium yang mengharuskan kamu untuk membayar iuran tahunan agar bisa mengaksesnya. Sayangnya, layanan tersebut tampaknya tidak didesain untuk menangani user yang berebutan untuk masuk ke dalam Elite sekaligus dan hasilnya, timbullah masalah. Beruntung, hal tersebut tidak berpengaruh pada gamenya sendiri dan menurut kabar yang beredar sekarang, ada patch perbaikan yang sedang dipersiapkan untuk diimplementasikan.
“Permohonan registrasi bagi layanan Call of Duty Elite kami ini melebihi bahkan perkiraan kami yang paling optimis sekalipun, yang akhirnya menciptakan kondisi bottleneck (kondisi dimana para user tidak mampu masuk sekaligus dan harus menunggu gilirannya secara sabar), yang menyebabkan beberapa user tidak bisa melakukan registrasi,” tulis sebuah pesan yang dikeluarkan oleh Chacko Sonny, petinggi Beachhead Studio. “Kami telah meregistrasikan ratusan ribu gamer dan kami sedang bekerja keras untuk meningkatkan kapasitas kami secepat mungkin.”

Yang paling penting dari semua ini adalah bahwa gamer tidak akan kehilangan status apapun yang sudah mereka capai saat memainkan gamenya. Bahkan kalau kamu belum melakukan registrasi sekalipun, data kalian masih akan tetap disimpan dan akan langsung bisa digunakan setelah kamu melakukan registrasi. “Layanan kami ini tetap menyimpan semua data permainan yang ada di MW3,” tulis sebuah pesan Twitter. “Data, heatmap dan semua aktivitas akan menunggu kamu untuk melakukan registrasi.”
Nah, bagi kalian yang telah memutuskan untuk mengucurkan US$49.99 untuk biaya berlangganan Elite selama setahun penuh (atau bisa juga dengan membeli Hardened Edition), akan bisa mendapatkan empat konten DLC secara gratis, tempat penyimpanan tambahan untuk video-video replay, turnamen harian, Elite TV dan masih banyak lagi. Tentu saja, syarat utama agar kalian bisa menikmati ini semua adalah dengan cara melakukan registrasi.

Activision Tatap 2012 Dengan Call of Duty Baru

Setelah kehadiran Modern Warfare 3 yang tampaknya telah menjadi mesin pengeruk uang paling baru bagi Activision, bukan suatu hal yang aneh kalau kita kemudian mendengar ada game Call of Duty lain yang sedang dikembangkan. Mungkin justru akan lebih aneh kalau seandainya kita tidak mendengarkan kabar kehadiran Call of Duty yang kini telah menjadi langganan tahunan. Ya, Activision memang sudah merencanakan Call of Duty baru yang akan diluncurkan pada tahun 2012 nanti.

Mungkin masih ada yang mempertanyakan kebijakan Activision yang terus menerus menelurkan franchise yang sama dengan gameplay yang tidak jauh berbeda dari para pendahulunya (kecuali dari segi grafis yang tampaknya sedikit meningkat), baik itu dari para gamer yang tentunya sekarang sedang bersiap-siap untuk memasuki pertempuran terbesar yang pernah ada di dunia maya (bersaing dengan Battlefield 3 yang sudah terlebih dahulu melakukan debutnya beberapa waktu yang lalu) dan juga dari sudut pandang publisher lain. Tapi hal tersebut tidak menjadi rintangan bagi CEO Activision, Bobby Kotick yang mengumumkan keberadaan Call of Duty baru dalam rapat para investor yang baru diadakan beberapa saat yang lalu. Pada acara tersebut, Kotick mengumumkan bahwa kedua game Blizzard tersebut (yang satu lagi tampaknya adalah Diablo III), akan diluncurkan tahun 2012.

Nah, terkait dengan siapa yang akan mengembangkan Call of Duty baru, besar kemungkinan kalau Call of Duty 2012 akan dikembangkan oleh Treyarch. Ya, developer yang sukses mengembangkan Call of Duty: Black Ops ini sudah berulang kali mengembangkan game-game Call of Duty yang sukses, seperti Call of Duty 3 di tahun 2006, World at War di tahun 2008 dan Black Ops di tahun 2010. Sedangkan di tahun 2009, mereka sempat meluncurkan versi Wii untuk game keluaran Infinity Ward (studio lain milik Activision yang juga mengembangkan franchise Call of Duty), Call of Duty 4: Modern Warfare yang dikenal dengan nama Call of Duty: Modern Warfare: Reflex. Tahun ini, mereka sudah berjasa mengembangkan versi Wii untuk Modern Warfare 3.

Sebenarnya, Sledgehammer Games sebelumnya sudah direncanakan akan mengembangkan sebuah game Call of Duty dengan genre action/adventure, tapi karena beberapa waktu terakhir, mereka lebih banyak bergerak untuk mendukung Infinity Ward untuk mengembangkan Modern Warfare 3, hal tersebut pun tampaknya harus diundurkan untuk sementara waktu.

Hal lain yang tampaknya tidak kalah menarik adalah setting apa yang akan digunakan disini. Call of Duty 3 dan World at War, sama-sama menggunakan setting di Perang Dunia II, sedangkan Black Ops langsung mengusung setting di Perang Dingin. Nah, kalau memang benar Treyarch yang akan diserahkan untuk mengembangkan Call of Duty 2012, kira-kira setting baru apa yang akan digunakan kali ini? Ada yang bisa menebak? =D
Call of Duty Elite Versi PC Masih Belum Siap

Tanggal 8 November 2011 adalah tanggal yang paling dinanti-nantikan oleh gamer di seluruh dunia, terutama mereka yang sudah tidak sabar lagi untuk mencoba game terbaru dari Activision, Call of Duty: Modern Warfare 3. Ya, pada tanggal 8 November 2011, game tersebut akan diluncurkan di platform gaming besar seperti Xbox360, PS3 dan juga PC. Tapi bagi kalian yang akan memainkannya di PC, mungkin ada satu hal yang harus diterima dengan lapang dada. Masih ingat dengan program Call of Duty Elite yang dikeluarkan Activision untuk mendukung jalannya Modern Warfare 3? Well, menurut petinggi di Beachhead, program untuk PC tersebut masih belum sempurna. Beda halnya dengan versi konsol yang sudah tinggal terima jadi saja.

“Kami masih tetap berkomitmen dalam mengembangkan game tersebut untuk PC, tapi adanya kebutuhan untuk memastikan tingkat keamanan di PC itu jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya,” jelas Chacko Sonny, pimpinan Beachhead. “Pemeriksaan keamanannya itu benar-benar ekstensif. Kami butuh waktu yang lebih banyak untuk bisa tiba di sana, jadi Elite di PC tidak akan diluncurkan pada hari pertama. Kami sedang bekerja keras untuk memastikan itu terjadi, tapi kami tidak akan meluncurkannya sampai kami tahu pasti bahwa gamer PC juga bisa menikmati Elite seperti seharusnya.”

Sonny mengaku sangat khawatir, bahwa dengan adanya beberapa kelemahan yang mungkin terdeteksi di Elite, itu akan memungkinkan gamer untuk melakukan kecurangan di PC untuk bisa mendapatkan bonus-bonus dari Elite serta bonus lainnya. “Masalahnya disini adalah bahwa PC itu sebenarnya merupakan platform yang tidak aman,” jelasnya. “Tanpa adanya sebuah sumber sentral dan terpercaya untuk urusan statistik, akan ada banyak sekali fitur-fitur kompetisi kami yang menjadi tidak adil. Kami tidak bisa memberikan hadiah begitu saja, saat orang-orang bisa dengan mudah mencurangi statistik mereka. Fitur leaderboard pun akan menjadi kurang menyenangkan lagi saat ada banyak user yang menggunakan fitur tersebut secara tidak adil.”

“Tidak bisa mempercayai statistik, merupakan sebuah permasalahan besar bagi desain kami,” tambah Noah Heller, product director dari Beachhead. “Karena ini, kami harus membuat ulang Elite versi PC. Elite untuk PC itu akan lebih digunakan untuk akses ke statistik masing-masing ataupun statistik teman kalian. Pada dasarnya, itu adalah menciptakan lingkaran kepercayaan. Dan karena versi PC akan memiliki fungsi yang lebih sedikit, maka fitur ini bisa digunakan secara gratis untuk semua orang.”
EA Sambut Kehadiran Publisher Lain di Platform Origin

Tidak ingin membuat dirinya terkesan terlalu eksklusif dan terbatas hanya pada produk sendiri saja, Origin, layanan distribusi game digital resmi Electronic Arts (sekarang sudah menjadi tempat resmi bagi kalian yang ingin mencari game-game keluaran Electronic Arts), berencana untuk menggunakan portal tersebut sebagai sebuah portal distribusi game digital untuk game-game dari perusahaan pihak ketiga. Dengan kata lain, mereka akan mulai merubah dirinya menjadi sebuah portal distribusi game digital universal, layaknya portal-portal sejenis lainnya (seperti Steam), terhitung mulai bulan depan.

Sebelumnya, chief financial officer di Electronic Arts, Eric Brown, mengungkapkan bahwa Origin nantinya akan menawarkan konten dari perusahaan lain sedini mungkin dan sekarang, kata “sedini mungkin” itu sudah memiliki waktunya, yakni bulan November 2011 nanti, dimulai dengan game-game terkenal dari perusahaan lain seperti THQ, Warner Bros Interactive Entertainment dan Capcom. Gamenya pun bukan game-game kecil yang tidak punya nama. Game seperti Batman: Arkham City dan Saints Row: The Third, dua dari game-game besar yang dirilis di bulan November 2011 nanti untuk PC, masing-masing telah dipastikan akan hadir di Origin.
“Semenjak peluncurannya, kami sudah mendapatkan dukungan yang sangat luar biasa dari publisher dan juga developer di seluruh industri gaming, mengakui bahwa Origin merupakan salah satu kesempatan bagi mereka untuk menghadirkan game-game mantap mereka, langsung pada konsumen yang ada di seluruh dunia,” jelas senior VP Origin, David DeMartini. “Kami sangat senang bisa menyambut kehadiran Warner Bros. Interactive Entertainment, THQ dan Capcom sebagai publisher pertama yang akan menawarkan game mereka melalui Origin.”

Dalam press release yang diluncurkan, disebutkan bahwa sejauh ini Origin sudah memiliki sekitar enam juta user yang melakukan registrasi, sebuah peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan angka lima juta yang mereka umumkan sebelumnya. Hal tersebut memang cukup masuk akal, mengingat Origin merupakan fitur wajib yang harus diikuti oleh gamer yang berminat pada Battlefield 3 (dan itu memang banyak sekali). Bahkan ada kemungkinan kalau Steam tidak ikut ambil bagian karena “dianak-tirikan” oleh EA, merupakan salah satu penyebab kenapa Origin pun akhirnya menjadi lebih tenar.
Selama ini, Origin memang selalu dibanding-bandingkan dengan Steam, karena dasarnya, keduanya itu merupakan platform distribusi digital yang dioperasikan oleh perusahaan yang juga menghasilkan game. Tapi, chief operating officer EA, Peter Moore, selalu berusaha untuk tidak membandingkan kedua platform itu, sambil mengatakan bahwa Origin sebenarnya lebih dari sekedar jawaban EA untuk Steam milik Valve.

“Seperti halnya provider konten yang mantap lainnya, kamu tentu ingin menyediakan sebuah platform untuk dirimu, agar bisa berbicara langsung dengan para konsumen. Kamu tentunya tidak mau secara terus menerus ditengahi oleh pemegang platform lainnya,” jelasnya. Kemudian ia menambahkan lagi, “Kami akan sangat senang sekali kalau bisa berbicara secara langsung dengan konsumen kami dan mendirikan sebuah platform yang bisa dimanfaatkan oleh publisher lain. Itulah kegunaan Origin disini.”
Nah, dari artikel ini, sebenarnya ada yang cukup menarik untuk disimak. Mengingat Battlefield 3 sebenarnya merupakan jawaban EA pada Call of Duty dari Activision yang dikeluarkan di Steam, patut untuk disimak, apakah nantinya Origin akan mau membawa produk Activision ke Origin? Kalaupun seandainya Origin mau, apakah Activision berminat? =D

Analis: Modern Warfare 3 Akan Ungguli Battlefield 3

Terkadang, melihat dan memprediksikan sesuatu merupakan sebuah kesenangan tersendiri. Apalagi kalau sampai prediksi kita tepat sasaran dan hal tersebut biasanya akan membuat kalian menjadi salah satu orang yang paling banyak dicari untuk membuat prediksi (ingat, dengan catatan kalau prediksi kamu tepat). Sama halnya juga dengan apa yang dilakukan oleh salah satu analis ternama di dunia game, Michael Pachter dari Wedbush Morgan Securities. Apa lagi yang akan diprediksikan oleh salah satu analis yang paling banyak mengeluarkan prediksi kontroversial tapi cenderung menarik ini?

Well, prediksi terbarunya kali ini ada hubungannya dengan dua game FPS yang paling hot yang telah dirilis di tahun 2011 ini, yakni Call of Duty: Modern Warfare 3 dari Activision dan juga Battlefield 3 dari Electronic Arts yang baru saja dirilis tidak beberapa waktu yang lalu. Dalam perkiraan Pachter, Modern Warfare 3 akan bisa memenangkan persaingan melawan Battlefield 3 tersebut dengan perbandingan 2:1. Menurutnya, Battlefield 3 akan terjual sekitar delapan juta unit, sedangkan Call of Duty: Modern Warfare 3 akan terjual sebanyak 16 juta unit.

Kalau memang prediksinya ini benar, maka itu berarti Modern Warfare 3 akan menjadi game yang paling laris manis dalam sejarah game di Amerika, mengalahkan saudaranya, Call of Duty: Black Ops yang berhasil terjual sebanyak nyaris 14 juta unit. Tapi biarpun ada perbedaan yang begitu besar antara kedua game itu, Pachter percaya kalau kebanyakan gamer yang ada pasti akan membeli kedua game itu.

“Saya menduga bahwa sekitar setengah game Battlefield 3 akan dibeli oleh orang-orang yang juga membeli Modern Warfare 3, jadi sekitar dua sampai tiga juta orang akan membeli keduanya,” katanya. “Saya tidak melihat adanya ketimpangan tersendiri pada game-game tersebut.” Bagaimana menurut Klikers? Apakah kalian setuju dengan pendapat Pachter? =D
Update Driver Battlefield 3 Bikin Rage Bermasalah

Ternyata Battlefield 3 tidak hanya mendapatkan masalah dari Call of Duty: Modern Warfare 3 (dalam hal persaingan), tapi juga harus menerima kenyataan kalau game tersebut harus “baku hantam” dengan Rage. Loh, apa maksudnya itu? Well, pertanyaan tersebut sangat lumrah untuk menanggapi kalimat pertama kami karena memang Battlefield 3 dan Call of Duty: Modern Warfare 3, sama-sama bergenre peperangan, sedangkan Battlefield 3 dan Rage tidak punya kesamaan apapun, kecuali fakta bahwa keduanya merupakan game first-person shooter. Kenapa kami menyebut begitu? Akan kami jelaskan.

Rage telah dirilis oleh id Software, salah satu developer yang bisa dikatakan merupakan cikal bakal terciptanya game-game first-person shooter klasik seperti Doom, Quake dan Wolfenstein. Kalau dilihat sekilas dari screenshot-screenshot dan trailer yang ada, terlihat bahwa Rage ini mungkin sebenarnya lebih berorientasi ke PC. Tapi kenyataannya, Rage justru lebih terorientasi ke konsol, hanya saja untuk PC, tentu saja keunggulannya terdapat pada kualitas grafis yang jauh lebih mantap. Sayangnya, Rage versi PC ternyata punya banyak sekali masalah, mulai dari keluar secara tiba-tiba dari permainan, tekstur yang tidak rapi (hancur-hancuran), framerate yang tidak begitu bagus dan masih banyak lagi yang lainnya.

Nah, masih ingat dengan informasi terdahulu di Klikgame, dimana dikatakan kalau ingin bisa memainkan Battlefield 3 secara optimal, ada baiknya driver untuk graphic card ATI/AMD sebaiknya diupgrade dulu? Ternyata hal tersebut merupakan penyebab utama kenapa gamer bisa keluar dari tengah permainan dan itu sudah 100% pasti terjadi, terutama bagi kalian yang sudah meng-upgrade driver ATI/AMD demi mendapatkan nuansa permainan Battlefield 3 yang benar-benar maksimal. Hal tersebut diungkapkan oleh Pete Hines dari Bethesda, dimana ia mengatakan kalau driver AMD yang telah terupgrade (demi mendapatkan Battlefield 3 yang optimal), telah menyebabkan masalah bagi Rage dan sama sekali tidak boleh digunakan.

Sedangkan permasalah dengan lag dan tekstur yang hancur-hancuran di tengah permainan, dikabarkan telah berhasil dibereskan (hanya bagi pengguna graphic card AMD), dengan mengandalkan driver baru yang baru saja dirilis tidak lama ini. Oke, satu masalah selesai. Tapi sayangnya, masalah lain tampaknya masih belum menemukan jalan keluarnya. Semoga saja dalam waktu dekat ini, semua masalah-masalah yang menimpa Rage bisa segera diselesaikan oleh Bethesda dan id Software. Sedangkan untuk masalah driver, sebaiknya kalian rela memainkan Battlefield 3 dengan kualitas yang biasa saja, daripada tidak bisa main Rage. Tapi semuanya tergantung pilihan Klikers yah. =D
Call of Duty: Modern Warfare 3 Videos
Call of Duty: Modern Warfare 3 Guides
Call of Duty: Modern Warfare 3 General Discussion
0 General Discussions
Call of Duty: Modern Warfare 3 Links
Call of Duty: Modern Warfare 3 Download
Call of Duty: Modern Warfare 3
Discussion Forum

Kandidat MMORPG Lokal Terbaik Tahun 2013
| Dragon & Emperor Online | 07 Aug 2013 | |
MMORPG |
||






















0 Comments