Lagi, Game Disebut Akar Kekerasan

by Vincent on 06 Aug 2012 4:05 pm under Console » Xbox 360 » Article
Lagi, Game Disebut Akar Kekerasan

Memang selalu menjadi pertanyaan, apakah kekerasan yang akhir-akhir ini kita saksikan di dunia, merupakan akibat dari pergaulan yang salah ataukah malah berasal dari dunia gaming (fakta ini sendiri sudah sering diperdebatkan). Walaupun sejumlah penelitian sudah menegaskan kalau game tidak ada hubungannya dengan kekerasan yang dilakukan oleh kalangan remaja, tidak demikian halnya menurut Komisaris Polisi baru dari South Wales, Andrew Scipione. Tanpa banyak bicara, ia menyebutkan bahwa game merupakan salah satu dampak terbesar yang menyebabkan terjadi kekerasan di kalangan para remaja.

Dalam sebuah pernyataan yang ia keluarkan, Scipione mengatakan, "Tidak ada yang lebih merusak lagi dibandingkan dengan sejumlah kekerasan yang mereka lihat, baik itu dalam film ataupun dalam game konsol yang mereka mainkan." Kemudian ia menekankan lagi, bahwa memang hanya memainkan sebuah permainan bertema kekerasan setiap hari saja, itu tidak akan mempengaruhi orang dewasa, tapi tetap bisa mempengaruhi anak kecil. Tapi benarkah begitu?

Seorang profesor asosiasi dalam bidang psikologi dan komunikasi di University of Texas, Dr. Christopher Ferguson justru membantah pernyataan yang dikeluarkan oleh Scipione. Ia merujuk pada fakta bahwa kekerasan yang dilakukan oleh generasi muda itu sudah menurun jauh justru pada saat game sedang berada di masa kejayaannya. Ferguson juga tidak ragu-ragu menyebutkan kalau pernyataan yang dikeluarkan oleh Scipione sangat tak bertanggung jawab dan tidak berdasarkan pada hasil riset data yang tepat.

Selain itu, sejumlah profesor yang memiliki gelar di bidang Communication and Media menyebutkan kalau mayoritas hasil pembelajaran yang ada sekarang ini, sama sekali tidak menemukan adanya bukti bahwa game adalah salah satu faktor yang menimbulkan unsur kekerasan di generasi muda. Nah, kalau menurut Klikers, kira-kira siapa yang benar? =D



Discussion Forum

blog comments powered by Disqus