Jalan Terjal Donkey Kong Menuju Kesuksesan

by Vincent on 11 Jul 2011 4:59 pm under Console » Wii U » Feature
Jalan Terjal Donkey Kong Menuju Kesuksesan

Pada tanggal 11 Juli 2011 ini, Donkey Kong dipercaya sedang merasakan ultahnya yang ke-30. Sebuah pencapaian yang sangat luar biasa untuk sebuah game klasik dan karakter klasik dari Nintendo. Tapi tahukah Klikers, bahwa sebenarnya, dulu Donkey Kong ini pernah nyaris mati? Tepatnya, pada tahun 1983, dimana ada sebuah kasus yang memiliki potensi untuk menyebabkan nyawa gorilla raksasa ini berakhir.

Kisahnya dimulai pada tahun 1982, dimana pada saat itu, terdapat banyak sekali keputusan-keputusan bodoh yang diambil oleh Universal Studios. Saat itu, yang mengepalai Universal Studios ini adalah Sid Sheinberg, yang pada saat itu melihat kalau pangsa pasar game sedang meledak dan ia merasa kalau saat itu adalah saat yang tepat untuk mulai ikut beraksi di dunia game. Tidak perlu waktu lama baginya untuk menemukan fakta bahwa pada waktu itu, sebuah game berjudul Donkey Kong, telah menjelma menjadi game yang sangat populer di kalangan anak-anak. Tidak perlu waktu lama juga bagi Sheinberg dan wakilnya saat itu, Robert Hadl, untuk sampai pada kesimpulan bahwa game Donkey Kong ini telah melanggar salah satu hak cipta milik mereka, King Kong.

Oleh karena itu, di bulan April 1982, Nintendo dan Coleco, yang pada saat itu telah melisensikan game tersebut untuk konsolnya (kejadiannya itu sebelum NES ada di dunia), mendapatkan tuntutan hukum. Nintendo, pada waktu itu, diminta untuk segera menghentikan semua penjualan game-game Donkey Kong, membuang semua game yang masih belum terjual dan memberikan semua uang yang telah mereka dapatkan dari game tersebut kepada Universal.

Tapi Nintendo yang merasa tidak melanggar apa-apa ini, tidak mau tunduk begitu saja pada perusahaan besar tersebut (ingat, saat itu, Nintendo masih merupakan perusahaan yang sangat kecil kalau dibandingkan dengan sekarang), pengacara dari Nintendo of America, Howard Lincoln, meyakinkan perusahaan tersebut untuk terus memperjuangkan kasus tersebut, karena menurutnya, Universal sama sekali tidak punya dasar apa-apa untuk dijadikan pegangan.

Setelah diskusi antara Nintendo dan Universal berakhir dengan jalan buntu, tuntutan hukum pada Nintendo pun diajukan di tahun 1982. Selain menuntut Nintendo, Universal juga langsung mengancam enam perusahaan lainnya, yang mana semuanya itu juga turut terlibat dalam lisensi Donkey Kong untuk kegunaan lainnya (acara televisi, permainan board game dan masih banyak lagi yang lainnya.)

Universal menyebutkan kalau sebuah game yang berkisah mengenai seekor gorilla raksasa yang melempar drum dan seorang pria yang secara keseluruhan cukup mirip dengan kisah di King Kong merupakan hal yang menurut Universal telah melanggar hak cipta mereka. Salah satu argumen Nintendo saat itu adalah bahwa sebuah film yang berkisah mengenai gorilla raksasa yang telah menduduki sebuah pulau, berhasil membebaskan diri, menculik seorang gadis cantik dan menghancurkan pesawat terbang itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan game.

Lalu argumen lain lagi yang disebutkan oleh pengacara Nintendo untuk masalah John Kirby adalah bahwa Universal sama sekali tidak punya pegangan apa-apa untuk mengklaim hak cipta atas King Kong seperti yang telah diungkapkan oleh ceritanya karena memang cerita tersebut sudah terlalu klasik dan sudah banyak sekali digunakan untuk umum. Yang menjadi penentu disini adalah bagaimana pihak Universal sendiri telah membuktikannya sendiri di pengadilan pada tahun 1975. Senjata makan tuan, Universal? =D

Dalam kasus Nintendo itu sendiri, sebuah pernyataan dari desainer legendaris, Shigeru Miyamoto, menyebutkan bahwa alasan kenapa game tersebut menggunakan Kong adalah karena judulnya di Jepang, King Kong, sebenarnya merupakan kata keren dari semua jenis gorilla besar yang ada.

Kasus ini kembali dipermasalahkan di akhir tahun 1983, tapi hanya sebentar saja karena hakim Robert Sweet justru menyatakan kalau disini, Nintendo sama sekali tidak melakukan pelanggaran apapun. Untuk semakin membuat Universal malu, Sweet juga ternyata menemukan fakta bahwa sebuah game yang disebut King Kong, yang mana telah dilisensi oleh Universal pada Tiger sebagai aksi balas dendam pada Donkey Kong, ternyata justru yang telah melanggar hak cipta Nintendo dan karenanya, Universal pun diharuskan untuk membayarkan sebagian dari keuntungan yang berhasil mereka dapatkan selama ini.

Nintendo yang awalnya terus mendapatkan rongrongan dari Universal, sebagai gantinya justru menjadi pihak yang mendapatkan ganti rugi dari sang penuntut. Kasus tersebut tidak berakhir begitu saja, karena Universal tampaknya tidak mau mengakui kekalahan mereka itu, terus mencoba peruntungannya dengan mengajukan banding. Masalah ini berlanjut hingga tiga tahun lamanya, dengan banyak sekali banding yang awalnya diperkirakan akan merugikan bagi Nintendo, tapi masing-masing banding yang diajukan, semuanya justru terbukti tidak ada dasarnya dan karena itu, pihak Universal harus bertekuk lutut. Donkey Kong pun terus meraih sukses.

Hasil yang sangat positif sekali bagi Nintendo, karena Donkey Kong masih boleh beredar dan bahkan menjadi salah satu maskot andalan Nintendo hingga sekarang ini. Sang pengacara yang berhasil memenangkan kasus tersebut, Howard Lincoln, diangkat menjadi salah satu chairman di Nintendo of America. Sedangkan pengacara yang satu lagi, John Kirby, mendapatkan hadiah berupa sebuah kapal pesiar dari Nintendo, sebagai bentuk rasa terima kasih karena usahanya memenangkan Nintendo di kasus tersebut.



Discussion Forum

blog comments powered by Disqus