
Gamer maupun fans di Iran yang ingin memainkan game simulasi militer ARMA 3, agaknya mesti gigit jari setelah pemerintah negara di Timur Tengah itu tidak menerbitkan lisensi bagi franchise game buatan Bohemia Interactive. Khabar Online menyebutkan, lembaga National Foundation of Computer Games bersama Revolutionary Guard Corps di Iran mengkategorikan ARMA 3 sebagai game yang berpotensi mengancam standar sosial, kultur religi, dan politik.

Pasalnya? Mereka keberatan karena dalam game Arma 3 mengambil story yang bersetting pada masa depan (sekitar tahun 2030), terdapat sebuah skenario "Magnitude" dimana digambarkan Iran akan menjadi kekuatan menghadapi NATO dan Eropa.
ARMA 3 sendiri dijadwalkan baru akan rilis pada awal 2013.






















0 Comments